Bamsoet Ingatkan Anggota PERIKHSA Tidak Arogan Gunakan Senjata Api

Sebarkan:

JAKARTA, TIMORTODAY.id-Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri (PERIKHSA) Bambang Soesatyo memulai program latihan menembak kepada para anggota PERIKHSA di Lapangan Tembak Perbakin Senayan.

Latihan ini digelar secara berkala setiap hari Jumat. Sehingga, para anggota PERIKHSA bisa mengasah kemampuan menembaknya secara rutin.

Bacaan Lainnya

Sebelum mendapatkan izin kepemilikan senjata api untuk bela diri, kata Bamsoet, anggotanya mendapat ujian sesuai ketentuan Peraturan Kapolri Nomor 18 Tahun 2015 atau Perkap 18/2015. Sehingga, anggota sudah terjamin memiliki ketrampilan menembak. Namun bukan berarti setelahnya tidak perlu melakukan latihan.

“Menembak merupakan ketrampilan yang harus selalu diasah, jika tidak bisa saja keterampilan menurun”, kata Bamsoet usai memberikan pembekalan kepada anggota PERIKHSA di Lapangan Tembak Senayan Jakarta, Jumat (23/04/2021).

Para pengurus PERIKHSA yang hadir antara lain, Ketua Harian R. C. Eko Santoso Budianto, Bendahara Umum Steven DJ, Wakil Sekjen Anom HR dan Ketua Bidang Pembinaan Hendra Tanusetiawan.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, dalam latihan tersebut para anggota PERIKHSA dibekali ilmu dan teknik menembak, teknik bergerak, hingga teknik reload magazine dari para instruktur berpengalaman. Sekaligus mengingatkan kembali bahwa memiliki senjata api bukanlah untuk gagah-gagahan ataupun pamer kekuatan. Melainkan terbatas hanya untuk kepentingan bela diri guna melindungi diri dari ancaman yang membahayakan keselamatan jiwa, sebagaimana diatur dalam Pasal 10 ayat 2 Perkap 18/2015.

“Pemusatan latihan menembak secara berkala setiap hari Jumat juga bisa dimanfaatkan oleh para anggota PERIKHSA untuk saling meningkatkan sinergitas,” jelas Bamsoet.

Dewan Penasihat PB PERBAKIN ini juga mengajak semua warganegara jangan sampai mendapatkan senjata api secara ilegal. Karena memiliki senjata api sekaligus memiliki tanggungjawab yang sangat besar.

“Seseorang yang memiliki senjata api secara ilegal akan bermasalah dengan hukum. Bukan tidak mungkin senjata api ilegal disalahgunakan untuk tindakan kejahatan ataupun melawan hukum,” demikian Bamsoet. (cq)

Sebarkan:

Pos terkait