Berkas Dua Oknum Polisi Penganiaya Sopir Travel Siap Dilimpahkan ke Kejari Soe

  • Bagikan

SOE, TIMORTODAY.id-Berkas dua oknum polisi penganiaya sopir travel siap dilimpahkan pihak Penyidik Polres Timor Tengah Selatan (TTS) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Sebab, berkas kedua oknum polisi itu diinformasikan sudah lengkap.

Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Mahdi Dejan Ibrahim, SH yang ditemui media di ruang kerjanya, Selasa (12/10/2021), kepada media mengungkapkan, kedua oknum polisi itu adalah Darius Missa dan Soleman Burhan.

Darius Missa diketahui anggota Polres TTS. Sedangkan Soleman Burhan diketahui anggota Polsek Boking jajaran Polres TTS. Sedangkan korbannya adalah salah seorang sopir travel trayek Nunkolo – Soe, Maklon Edison Tamonob.

Menurut Kasat Mahdi, saat ini berkas kedua oknum polisi itu sudah lengkap. Dalam waktu dekat, berkas dan barang bukti dilimpahkan ke Kejari Soe.

Kedua oknum anggota Polres TTS itu diketahui menganiaya Maklon Tamonob di Pasar Oinlasi Desa Oinlasi Kecamatan Amanatun Selatan Kabupaten TTS.

Entah alasannya apa, tindakan oknum polisi Darius Missa dan Soleman Burhan itu berupa tindakan pengeroyokan dan penganiayaan disertai ancaman pembunuhan terhadap korban Maklon Tamonob.

Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, penyidik Polres TTS menetapkan oknum polisi Darius Missa dan Soleman Burhan sebagai tersangka.

“Siapapun yang menjadi tersangka akan mendapat sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku baik anggota Polisi maupun masyarakat biasa. Negara ini adalah negara hukum, tidak ada yang kebal hukum”, tandas Kasat Mahdi.

Kasat Mahdi berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali. Sebab, setiap kejadian yang berlawanan dengan hukum, pasti diproses sesuai hukum yang berlaku.

Advokat Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi Kabupaten TTS Mikhael Tamonob, SH kepada media mengungkapkan, kasus tersebut sudah lama di Polres TTS. Sehingga, pihak Sat Reskrim Polres TTS diminta menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara profesional sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga, publik tidak mempertanyakan status perkaranya apakah ditindaklanjuti atau dihentikan.

Meskipun demikian, Mikhael sangat mengapresiasi penyidik Polres TTS yang berupaya melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga berkas serta bukti-buktinya lengkap dan siap dilimpahkan ke Kejari Soe.

“Kita harap perkaranya secepatnya dilimpahkan pihak kejaksaan ke pengadilan untuk disidangkan”, demikian Mikhael. (cq)

  • Bagikan