Cabup Malaka SBS: Bawaslu itu Intelijen Negara atau Kameramen?

  • Bagikan

Betun, Timortoday.id-Calon Bupati (Cabup) Malaka Periode 2021-2026 Nomor Urut 2 dr Stefanus Bria Seran, MPH dan tim rupanya mempertanyakan tugas yang sesungguhnya dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malaka.

Sebab, ternyata selama kampanye Pilkada Malaka 2020, petugas Bawaslu Malaka lebih banyak seolah-olah sebagai kameramen atau fotografer.

Bahkan, dalam praktiknya, petugas Bawaslu bertindak seolah-olah sebagai intelijen negara.

Hal ini diungkapkan Cabup SBS mengawali kampanyenya di Sonaf Poni Rafau Desa Bonibais Kecamatan Laenmanen, Kamis (12/11/2020).

Cabup SBS menangkap adanya ketidak-tahuan seluruh jajaran Bawaslu tentang tugasnya saat kampanye pasangan calon (Paslon) dan timnya.

Sehingga, tidak jelas, apakah Bawaslu, Panwaslu Kecamatan dan Panwaslu Lapangan itu intelijen negara, kameramen atau fotografer.

Sebab, dalam pengalaman kampanye selama ini, petugas Bawaslu setiap kali berada di titik kampanye Paslon SBS-WT, semuanya sudah siap dengan kamera android untuk foto-foto dan ambil video.

Padahal, menurut Cabup SBS, tugas utama petugas Bawaslu adalah ikut mempersiapkan jalannya kampanye. Untuk persiapan kampanye dimaksud, Bawaslu harus memastikan jumlah peserta kampanye 50 orang sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum atau tidak.

“Apakah protokol kesehatann Covid-19 seperti jaga jarak dan tidak berkerumi diterapkan dalam kampanye atau tidak, pakai masker atau tidak. Kalau ibu-ibu dan nona-nona yang duduk baku pangku, tidak jaga jarak dan berkerumun seperti di sana itu, sesuai aturan Covid-19 atau tidak. Jadi, begituuuuuu. Bukan jadi kameramen atau fotografer”, tandas SBS disambut tepukan tangan peserta kampanye untuk kesekian kalinya.

Selain itu, petugas Bawaslu juga harus memastikan isi kampanye Paslon dan timnya benar atau tidak, sesuai aturan atau tidak.

Sebaliknya, Bawaslu harus tahu kampanye itu isinya fitnah atau tidak, menghasut masyarakat atau tidak, tipu masyarakat atau tidak.

“Jangan sampai petugas Bawaslu tidak netral. Datang lihat kami kampanye lalu foto-foto dan bikin video, kemudian buat laporan menjelek-jelekkan SBS-WT. Ini tidak benar”, tandas Cabup SBS dengan nada tinggi disambut teriakan panjang betul disertai tepukan tangan meriah massa kampanye yang hadir.

Hal serupa disampaikan Ketua Tim Pemenangan Paslon SBS-WT Devi Ndolu.

Devi bahkan mengingatkan, bila Bawaslu dan seluruh jajarannya tidak netral dalam kampanye akan dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Sikap kritis serupa diungkapkan SBS dan Devi di titik kampanye berikutnya di Desa Nauke Kusa. Bahkan, sehari sebelumnya, Rabu (11/11/2020), sikap serupa disampaikan Cabup SBS dan Devi saat Paslon SBS-WT berkampanye di Desa Kusa dan Desa Raiulun. (CQ)

 

 

  • Bagikan