Diduga Kuat Lakukan Pemalakan, Penyidik Mabes Polri akan Ditindak

  • Bagikan

Jakarta, Timortoday.id-Penyidik Bareskrim Polri AKBP Dr. Binsan Simorangkir, SH, MH akan ditindak tegas. Langkah ini dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat. Dalam laporan itu, Binsan diduga kuat melakukan pemalakan terhadap pengusaha hebel di Cikande, Banten. Modusnya, Binsan minta dibangunkan ruko tiga pintu di Bogor, Jawa Barat.

Demikian salah satu kesimpulan dari hasil diskusi antara Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke dengan Kombespol Whisnu Hermawan Februanto, Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Mabes Polri, Selasa (01/12/2020).

“Kita akan proses oknum tersebut. Itu pasti karena kasus ini menjadi atensi pimpinan. Setelah pertemuan ini, kita segera panggil yang bersangkutan,” ujar Whisnu meyakinkan peserta pertemuan di ruang kerjanya.

Hadir dalam pertemuan itu, Whisnu didampingi Kombespol Helfi Assegaf, Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim. Sementara dari pihak PPWI, hadir mendampingi Ketua Umum, antara lain Ketua DPD PPWI Lampung Edi Suryadi, Pengurus PPWI Jakarta Selatan Hendra Agus Susanto dan Ustad Anton Susanto yang populer disapa UAS Betawi, Pengurus PPWI Jakarta Utara.

Pertemuan yang diinisiasi Helfi Assegaf dengan mengundang Ketua Umum PPWI ke Bareskrim itu untuk meminta informasi, konfirmasi dan klarifikasi terkait pemberitaan yang sedang heboh beberapa hari terakhir yang diduga kuat melibatkan Binsan.

Dalam pertemuan itu, Wilson Lalengke membeberkan secara gamblang, terbuka dan didukung data temuan lapangan, terkait kasus tersebut.

“Kami sangat berterimakasih atas laporan dan informasinya. Mungkin pengawasan dan pembinaan dari kami belum memadai sehingga kami amat membutuhkan masukkan dan kontrol dari masyarakat. Kami sangat terbuka akan hal ini,” urai Whisnu serius.

Ketika ditanya apa yang perlu dilakukan pihaknya terkait laporan PPWI saat itu, Wilson dengan tegas mengatakan, PPWI menginginkan siapapun yang terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang, melakukan pungli, pemalakan dan modus mempermainkan kasus untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya, harus ditindak tegas sesuai koridor hukum yang berlaku.

“Saya minta Binsan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Oknum itu seorang polisi bergelar doktor, tapi justru menjatuhkan nama baik dan citra Polri di tengah masyarakat,” tegas Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Di akhir diskusi, Ketua Umum PPWI Wilson membacakan butir-butir hasil pertemuan, yakni:
1. Polri melalui Wadirtipideksus sepakat dan berjanji untuk menindak tegas oknum AKBP Dr. Binsan Simorangkir, SH, MH atas perilakunya menyalahgunakan kewenangannya untuk memalak warga masyarakat sebagaimana yang telah diberitakan ratusan media di tanah air.
2. Memroses para terduga pelaku tindak pidana (direktur perusahaan hebel di Cikande) sesuai koridor hukum yang benar, bukan hukum yang dibenar-benarkan, yang menjadi alat melakukan pemalakan oleh oknum penyidik Binsan Simorangkir tersebut.
3. PPWI setuju dan akan menjalankan saran dari Kombespol Whisnu untuk mendorong para pihak terkait kasus yang ditangani oknum penyidik Binsan Simorangkir untuk membuat laporan balik terhadap pelapor (komisaris perusahaan hebel di Cikande) ke polisi.
4. Bareskrim Mabes Polri khususnya Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus akan bekerja lebih baik lagi, juga dalam hal pengawasan terhadap anggota penyidiknya. PPWI akan mengawal kasus ini hingga tuntas. (CQ/APL)

  • Bagikan