Diduga Kuat, Yustina Bluan Difitnah Gregorius Bernadus Wajo

  • Bagikan

LEWOLEBA, TIMORTODAY.id-Istri Agustinus Leyong Tolok, Yustina Bluan, diduga kuat difitnah Gregorius Bernadus Wajo alias Dus.

Dalam fitnah itu, Yustina disebut-sebut mempunyai masalah rumah tangga ribet yang berakhir dengan menghukum suaminya. Karena itulah, suaminya almarhum Agustinus Leyong Tolok stress dan minum racun.

Menurut Yustina, fitnah itu terjadi saat dia sedang hamil. Padahal, hubungannya dengan suaminya, Agustinus Leyong Tolok, baik-baik saja.

Sebelum almarhum pamit ke sekolah dan menghilang pada Jumat 13 Nopember 2020, Yustina dan suaminya masih duduk makan sama-sama. Saat pamit ke sekolah pun disaksikan kakak laki-lakinya bersama dan istrinya.

”Saya tegaskan bahwa hubungan saya dan suami saya baik-baik saja”, tandas Yustina di Lewoleba, Jumat (18/02/2022).

Yustina menegaskan hal itu menanggapi informasi yang tersebar luas di  publik seusai Gregorius Bernadus Wajo alias Dus saat memberi keterangan di kepolisian.

Dalam keterangannya di kepolisian, sebut Yustina, Gregorius Bernadus Wajo bilang selama ini Yustina menyiksa suaminya Agustinus Leyong Tolok.

“Saya tegaskan, saya tidak pernah siksa suami saya. Itu fitnah. Karakter suami saya orangnya pendiam. Susah untuk curhat ke sembarang orang. Apalagi terkait privasi menyangkut soal rumah tangga. Bantahan ini sudah saya berikan saat memberikan keterangan di Penyidik Polres Lembata pada Rabu, 16 Pebruari 2022”, ungkap Yustina.

Berikut penuturan Yustina dalam versi saya :

“Keterangan saya di Penyidik juga terkait warisan rumah dan tanah. Soal warisan ini saya dengar langsung dari almarhum suami saya Agustinus Leyong Tolok dan almarhumah mertua saya.

Suami saya anak bungsu dari tiga bersaudara. Suami saya laki-laki bungsu. Saya dengar langsung dari almarhum suami dan almarhum mertua saya bahwa rumah yang di Tujuh Maret Lewoleba (rumah besar keluarga) menurut wasiat almarhumah mama mantu diserahkan kepada Gusto (almarhum). Tetapi, dalam perjalanan masih pro dan kontra sehingga diputuskan dibagi tiga.

Saya lupa waktunya kapan tetapi almahrum mertua saya pernah menelpon dan menyuruh Gusto untuk turun ke Lewoleba karena mau urus pembagian tanah di Tujuh Maret Lewoleba. Tetapi, jawaban Gusto almarhum bosan le. Turun hanya urus itu-itu saja. Saya agak sibuk ni.

Dalam pembagian tanah warisan ada tiga bidang tanah sudah terjual. Sisanya sudah bersertifikat yang diurus oleh kakak kandung almahrum, Remi Tolok. Saya tahu dan saya dengar sendiri dari Remi Tolok disaksikan istrinya yang menjelaskan bahwa sertifikat semua saya sudah urus jadi nanti kasih pulang saya punya uang baru kamu ambil sertifikat.

Tanggapan suami saya almarhum Gusto, bapak masih hidup. Itu tanah masih milik orangtua dan mungkin masih ada orang yang garap. Hingga saat ini sertifikat tanah almarhum masih di tangan Remi Tolok.

Pernah almarhum pulang sekolah dengan raut muka yang tidak baik dan saya langsung tanya kenapa pulang dengan raut muka marah-marah. Almarhum menjawab: ihhh Dus (maksudnya: Gregorius Bernadus Wajo) tadi di sekolah hampir saya tumbuk dia. Saya tanya lagi kenapa sampai begitu? Almarhum menjawab masalah di sekolah.

Pernah Letek mengadu di suami saya lewat inbox karena mendapat inbox dari suaminya Dus dengan perempuan lain. Letek mengirim screenshot inbox itu ke Gusto almarhum, akhirnya Gusto almarhum balas Bernadus (Gregorius Bernadus Wajo): ne dia pu slibeng siapa lagi.

Letek, saya kasi tau di keluarga saa… biar mereka yang urus. Gusto, aiii Bernadu (Gregorius Bernadus Wajo) ne kalau dia buat begini kami saudara lebih jahat lagi.

Pada Jumat, 13 Nopember 2020, saat suami saya Gusto menghilang, tidak ada satu guru atau anak sekolah yang datang ke rumah saya. Tidak ada juga yang telepon saya untuk menanyakan suami saya.

Pada Sabtu, 14 Nopember 2020 juga tidak ada guru yang datang di rumah saya untuk menanyakan keberadaan suami saya. Ada rapat orangtua bersama guru-guru (tidak tahu jam berapa) hingga sampai berita heboh di media sosial baru Letek dan suaminya menelpon saya dan mau ketemu saya di rumah. Waktu itu saya berada di rumah om kandung sehingga Dus dan Letek menyuruh saudari bapak saya untuk pergi panggil saya tetapi sepupu saya mengatakan suruh mereka ke sini saja. Akhirnya mereka berdua datang di rumah om saya”.

Kuasa hukum Yustina Bluan, Ahmad Azis Ismail, SH saat dikonfirmasi Sabtu (19/02/2022) mengatakan, pihaknya serahkan kepada yang berwenang. Sebab, Penyidik Polres Lembata sedang bekerja. Para saksi sedang diperiksa. Penyidik juga sudah turun kembali di TKP.

“Langkah selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan baju korban di Forensik Denpasar. Para ahli juga akan diperiksa sesuai isi pemberitahuan di SP2HP dari Penyidik”, tandas Ismail.

Menurut Ismail, dari seluruh keterangan yang sudah dihimpun, ada keyakinan kuat kalau masalah kematian Agustinus Leyong Tolok ini bisa terungkap. Sebab, masalah ini adalah peristiwa pidana.

“Kami yakin Penyidik bekerja secara profesional dan jujur. Kami terus berkoordinasi, selalu pertemuan tim membahas masalah ini, menyiapkan langkah-langkah untuk membantu Penyidik”, katanya.

Menurut Ismail, masalah kematian Agustinus Leyong Tolok bukan hanya di Polres Lembata tapi di Polda NTT sampai Mabes Polri. Kapolri sendiri sudah tahu masalah ini. Sebab, pihaknya sudah bersurat dan berkoordinasi langsung.

“Kami bekerja sesuai Surat Kuasa Khusus yang diberikan istri korban. Jami bekerja secara profesional. Ini masalah kemanusiaan serius. Kami konsen dan ikuti terus perkembangan sampai tuntas”, demikian Ismail. (*/cq/sj)
_____________
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksitimorline@gmail.com/cyriakuskiik68@gmail.com

Komentar
Facebook Comment
  • Bagikan