Dinas PKP Belu Antisipasi Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Petani

  • Bagikan

ATAMBUA, TIMORTODAY.id-Untuk meningkatkan hasil produksi pertanian padi dan jagung pada musim tanam periode Oktober-Maret  bagi petani, pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus melakukan berbagai upaya agar tanaman padi, jagung dan tanaman hortikultura lainnya dapat terhindar dari serangan hama dan penyakit.

Yang ang dilakukan Dinas tersebut adalah para petugas pengamat hama melakukan pengamatan terhadap hasil pertanian petani. Selain itu,  sangat dibutuhkan dukungan dan proaktif para petani untuk melaporkan keadaan tanaman jika terjadi serangan hama atau penyakit kepada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL)  untuk segera dilakukan tindakan penyemprotan oleh petugas termasuk penyediaan obat-obatan pestisida.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu Gela A. Lay Rade, S.Pt mengatakan hal itu kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis (27/01/2022).

“Untuk meningkatkan hasil produksi petani,  kita selalu siap. Jadi yang pertama, memang kita ada petugas pengamat hama yang tugasnya khusus melakukan pengamatan hama. Tapi yang paling penting itu kita butuh dukungan dari petani itu sendiri. Misalnya, ada satu dua pohon yang sudah terkena penyakit atau hama jangan dibiarkan, tapi harus disingkirkan dan segera laporkan ke dinas untuk dilakukan pengamatan oleh petugas pengamat hama supaya kalau butuh untuk ditindaklanjuti maka akan ditindaklanjuti,” kata Gela

Menurutnya, pihaknya sangat membutuhkan dukungan petani untuk melaporkan keadaan tanaman pertanian kepada Dinas karena ketika terjadi serangan hama petugas pengamat hama bisa saja tidak berada di lahan petani yang bersangkutan.

“Jadi, berdasarkan laporan petani maka petugas melakukan pengamatan untuk ditindaklanjuti,” tambahnya.

Disinggung terkait penyediaan pupuk yang selama ini dikeluhkan petani dan terkesan langka, Gela mengakui kalau petani sempat mengeluhkan kelangkaan pupuk.

“Yang selama ini dikeluhkan oleh petani yakni pupuk dan kami sudah berupaya melalui pupuk subsidi bisa secepatnya sampai di tangan petani dan itu sudah jalan,” ungkap Gela.

Meskipun demikian, dirinya mengakui terkait penyediaan pupuk sedikit mengalami pengurangan dari kuota yang diusulkan. Karena itu, pihaknya berupaya agar dalam distribusi pupuk bagi petani tidak seluruhnya petani dapat tetapi akan disesuaikan dengan kebutuhan petani.

“Ketersediaan pupuk yang ada akan kita distribusikan sampai ke kecamatan dan desa sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan petani dalam RDKK atau Rencana Definitf Kerja Kelompok,” demikian Gela. (adh)

_____________
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksitimorline@gmail.com/cyriakuskiik68@gmail.com

Komentar
Facebook Comment
  • Bagikan