Dubes RI Okto Manik Resmi Bertugas di Timor Leste

  • Bagikan

DILI, TIMORTODAY.id-Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Timor Leste (TL) Okto Dorinus Manik secara resmi menyerahkan surat kepercayaan (Kredensial) Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada Presiden Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Francisco Guterres Lú Olo di Istana Presiden RDTL, Bairo Pite, Dili, Senin (13/12/2021).

Dengan demikian, Okto Dorinus Manik sudah resmi bertugas di TL sebagai Dutar Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh di negara baru berpenduduk mayoritas katolik ini. Ia menggantikan dubes sebelumnya, Sahat Sitorus.

Dubes Okto Dorinus Manik adalah Dubes RI ke-5, setelah Ahmad Bey Sofwan, Eddy Setiabudhi, Marcelinus Primanto Hendrasmoro dan Sahat Sitorus.

Dalam penyerahan surat kepercayaan kepada Presiden Lú Olo, Dubes Okto didampingi empat pejabat KBRI Dili, masing-masing, Minister Counsellor/Protokol Konsuler Sunani Alu Adrori, Sekretaris I Fungsi Ekonomi dan Kerja Sama Teknik Anti Kurnadi, dan Atase Pertahanan KBRI Dili Kolonel (CHB) Yunianus Simamora.

Dubes Okto Dorinus Manik dilantik Presiden RI Jokowi pada 25 Oktober 2021. Ia dilantik bersama 16 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Ia tiba di Dili pada 26 Nopember 2021 dan  Senin (13/12/2021) baru bisa menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Lú Olo. Sebelum dilantik sebagai dubes, Okto Manik menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Administrasi Kementerian dan Perwakilan di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Ketika menerima surat kredensial dari Dubes RI untuk TL Okto Dorinus Manik, Presiden Lú Olo didampingi Menteri Luar Negeri dan Kerjasama TL Adaljiza Albertina Magno.

Usai mendampingi Presiden Lú Olo, Menteri Luar Negeri dan Kerjasama TL Adaljiza Magno kepada wartawan mengatakan, pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk tetap mempererat dan memperkuat  kerjasama bilateral yang sudah berjalan dengan baik selama ini, terutama kerjasama di bidang perdagangan.

Menurut Adaljiza, perlunya peningkatan kerjasama kedua negara karena secara rill hampir 80 persen kebutuhan dasar diimpor dari Indonesia. Karena itu, kerjasama di bidang ekonomi perlu ditingkatkan.

Di bidang ekonomi sebagaimana dicitat dari Suara Timor Lorosae, Fungsi Ekonomi dan Kerjasama Teknik, menyebutkan, kerjasama kedua negara dalam bidang perdagangan mengalami kemajuan yang signifikan. Pada Agustus 2021, nilai perdagangan kedua negara sebesar US$ 1.444 (10%) dibandingkan dengan tahun sebelumnya hanya mencapai US$ 1.444 juta.

Dalam hal investasi modal, Indonesia adalah mitra TL yang nilai investasinya cukup besar yaitu US$ 5.76,6 juta pada 2020 melalui Bank Mandiri, BRI, Pertamina Internasional Timor, SA (PITSA) dan Telkomcel. (*/cq)

Komentar
Facebook Comment
  • Bagikan