Gede Pasek Suardika: Partai Kebangkitan Nusantara Super Terbuka kepada Anas Urbaningrum

  • Bagikan

JAKARTA, TIMORTODAY.id-Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) I Gede Pasek Suardika mengatakan, partainya sangat terbuka kepada Anas Urbaningrum.

“Bukan terbuka lagi, tapi super terbuka,” kata Pasek di Rapimnas PKN di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (21/07/2022), sebagaimana dicitat dari wartakotalive.com.

Pasek mengungkapkan kalau Anas sendiri yang meminta bergabung ke PKN, setelah menjalani masa hukuman atas kasus yang menimpanya.

“Beliau (Anas) minta (bergabung), dia yang akan menyampaikan secara langsung,” ujarnya.

Pasek mengatakan, PKN selalu berkomunikasi dan konsolidasi. Sebab, bagaimanapun Anas pakar dalam bidang komunikasi politik dan urusan parpol.

“Tetapi praktik yang kami lakukan selama ini, kami selalu berkomunikasi dan konsolidasi, karena beliau (Anas) bagaimana pun cukup pakarlah di bidang komunikasi politik dan urusan parpol,” tutupnya.

Kendati demikian, Pasek menuturkan, biarkan Anas sendiri nantinya yang menjawab. “Nanti biar beliau (Anas) yang menjawab dan tinggal hitungan bulan saja, sabar saja. Mudah-mudahan semakin cepat keluar, beliau bisa segera yang menyampaikan,” ucap Pasek.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dikabarkan akan menyelesaikan masa hukumannya di Lapas Sukamiskin Bandung, tahun ini.

Hal itu menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengurangi hukuman Anas menjadi 8 tahun penjara, dari sebelumnya 14 tahun kurungan, di tingkat Peninjauan Kembali (PK).

Sahabat Anas Urbaningrum, I Gede Pasek Suardika menyebut, rekannya itu belum bisa dipastikan bebas pada tahun ini. Sebab, peraturan Kemenhum HAM mengharuskan Anas Urbaningrum membayar uang pengfanti atau menjalani hukuman pengganti.

“Tapi enggak tahu apakah dapat pengurangan dari Menkum HAM, remisi, berarti beliau bisa keluar tahun ini. Tapi kalau tidak, beliau keluar 2023,” kata Gede Pasek saat peluncuran dan diskusi buku Halaman Pertama Anas Urbaningrum: Sumpah Monas, Tantangan Mubahalah, dan Proyek-proyek Lainnya, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (05/02/2022).

Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman Anas Urbaningrum melalui putusan peninjauan kembali (PK), menjadi 8 tahun penjara. Di tingkat kasasi, Anas dihukum 14 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar subsider 1 tahun 4 bulan kurungan.

Anas juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 57.592.330.580 kepada negara. Tidak terima putusan kasasi, Anas mengajukan PK pada Juli 2018.

Dalam putusan PK yang diadili Wakil Ketua MA bidang non-yudisial Sunarto dan anggota majelis yaitu Andi Samsan Nganro serta Prof M Askin, hukuman Anas dikurangi menjadi 8 tahun dan denda Rp300 juta subsider tiga bulan penjara. (*/cq/wartakotalive)
____________
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksitimorline@gmail.com/cyriakuskiik68@gmail.com

Komentar
Facebook Comment
  • Bagikan