JPU Limpahkan Kasus Korupsi Awololong di Pengadilan Tipikor Kupang

  • Bagikan

KUPANG, TIMORTODAY.id-Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Lembata Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah melimpahkan perkara tindak pidana korupsi pembangunan jembatan titian apung dan kolam apung fasilitas lainnya di Pulau Siput Awololong Kabupaten Lembata di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.

Tersangka kasus ini terdiri dari Mido Arianto Boru, ST selaku konsultan perencana, Silvester Samun, SH selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Abraham Yehezkibel Tzasaro Limanto selalu kontraktor pelaksana.

Bersama para tersangka, sejumlah barang bukti juga diserahkan JPU pada Kejari Lembata di PN Tipikor Kupang.

Hal itu disampaikan jaksa pada Kejati NTT Hendrik Tip kepada Emanuel Boli selaku Koordinator Umum Amppera Kupang. Dengan dilimpahkannya berkas perkara ini, kata dia, penuntut umum tinggal menunggu jadwal persidangan dari hakim yang akan menyidangkannya.

Suasana pengepakan barang bukti kasus Awololong Kabupaten Lembata-NTT. (Foto: Dok. Kejati NTT).

Untuk kasus ini, Penyidik Tipikor Kepolisian Daerah (Polda) NTT sebelumnya melakukan Tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) kasus ini di Kejati NTT pada Kamis, 7 Oktober 2021.

Pada tahun anggaran 2018-2019, proyek ini menelan anggaran Rp6.892.900.000,00 atau Rp6,8 miliar. Dalam perjalanan, progres fisik pekerjaan proyek tersebut masih 0 persen tetapi realisasi anggarannya dinyatakan sudah mencapai 85 persen dari total anggaran tersebut.

Akibat perbuatan para tersangka, negara mengalami kerugian sekira Rp1.446.891.718, 27 atau Rp1,4 miliar berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian negara yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
(BPKP) Perwakilan Propinsi NTT.

Mereka dijerat Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman paling singkat empat tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara. (cq)

Sumber: Amppera Kupang

  • Bagikan