Kajari Belu Musnahkan Barang Bukti Perkara senilai Rp5,5 Miliar

  • Bagikan

Atambua, Timortoday.id-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belu Alfons Loe Mau memusnahkan barang bukti 46 perkara senilai Rp5,5 miliar di Halaman Kantor Kejari setempat, Rabu (02/12/2020).

Kajari Alfons dalam sambutannya merincikan, barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari barang bukti 46 kasus pidana, yakni 44 kasus perkara pidana umum dan dua kasus perkara pidana khusus yang dihimpun dari 2019 sampai dengan 2020.

Disebutkan, barang bukti perkara pidana umum yang dimusnahkan berupa senjata tajam, yakni panah, pisau, parang dan alat-alat lain yang digunakan para pelaku kejahatan.

Sedangkan barang bukti tindak pidana khusus yang dimusnahkan berupa 229 unit i_phone 6s, satu buah koper tanpa merk, satu buah koper merk Menyugongci, 6 unit WiFi portable merk TP.Link, 2 unit 60 port multible HD-350-60D, 1 unit 60 port multible USB merk JQE dengan kisaran harga 500 juta, dan pakaian bekas sebanyak 1.200 kg dengan kisaran harga mencapai Rp5 miliar.

Setelah dikalkulasikan, jelas Kajari Alfons, barang bukti 46 perkara yang dimusnahkan itu senilai Rp5,5 miliar.

Pemusnahan barang bukti perkara dengan cara dibakar di Halaman Kantor Kejari Belu, Rabu (02/12/2020). (Foto: Diskominfo Kabupaten Belu).

Dua perkara pidana itu, kata Kajari Alfons, telah diputuskan dan pelakunya dijatuhi hukuman dua tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi NTT. Selain itu, pelaku didenda Rp100 juta.

“Barang bukti dirampas untuk dimusnahkan dan pelakunya sudah dieksekusi. Dendanya pun sudah dibayar dan sudah disetor ke kas negara”, katanya.

Kajari Alfons menjelaskan, penanganan suatu perkara sudah tuntas jika telah dilaksanakan eksekusi terhadap putusan persidangan berupa eksekusi baik dimasukkan ke penjara maupun dieksekusi mati berupa hukuman mati dengan cara ditembak.

“Penanganan sebuah perkara tuntas apabila sudah selesai eksekusi terhadap terpidana dan barang buktinya”, tandas Kajari Alfons.

Ditambahkan, bila pelaksanaan eksekusi hanya terhadap terpidana, sedangkan barang buktinya tidak dieksekusi, penanganan perkaranya dikatakan belum tuntas. Sehingga, keduanya harus tuntas secara administrasi maupun secara hukum.

Selain Kajari Alfons Loe Mau, hadir Danyon 744/SYB sekaligus Dansatgas RI-RDTL, Ketua Pengadilan Negeri Kelas IIB Atambua, Kepala Bea Cukai Kabupaten Belu, Administrator PLBN Motaain, Kepala Imigrasi Kelas II Atambua,Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, Kaban Kesbangpol Kabupaten Belu, dan pejabat lainnya. (CQ)

  • Bagikan