Kaos Kreatif ‘Maaf Yang Mulia Saya Tidak Tahu’ Beredar Luas di Malaka

Sebarkan:

BETUN, TIMORTODAY.id-Kaos kreatif ‘Maaf Yang Mulia Saya Tidak Tahu’  beredar luas di Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kaos kreatif ini diproduksi dengan cara sablon oleh Milenialis Kobalima 2021 di Dusun Wemasa Desa Litamali Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka.

Ronny Soares, salah satu crue Milenialis Kobalima 2021 yang ditemui di tempat usahanya, Sabtu (27/02/2021) sore menjelaskan, “Maaf Yang Mulia Saya Tidak Tahu”, saat ini lagi menjadi trending topic di berbagai media terutama di media sosial.

Bacaan Lainnya

“Maaf Yang Mulia Saya Tidak Tahu” terungkap  dan tertangkap dalam Sidang Sengketa Pilkada Serentak 2020 yang sejak pertengahan Januari 2021  digelar di Pengadilan Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta.

Kabupaten Malaka termasuk salah satu kabupaten yang hasil Pilkada-nya bersengketa dan putusan akhirnya dijadwalkan dilakukan pada pertengahan Maret 2021 mendatang.

Dalam sidang-sidang tersebut baik sidang sengketa hasil Pilkada Malaka maupun daerah lainnya, para saksi yang dihadirkan Pemohon, Termohon dan Pihak Terkait, selalu ada keterangan, “Maaf Yang Mulia Saya Tidak Tahu”.

Keterangan-keterangan yang terungkap di persidangan inilah yang kemudian menjadi trending topic berbagai media, terutama media sosial.

Begitu trendingnya, Milenialis Kobalima 2021 menangkap dan menjadikannya thema  kaos kreatif perdana usaha mereka. Kaos ini diproduksi sejak satu minggu lalu dan sudah beredar luas di Kabupaten Malaka.

Menurut Ronny, meski di awal ini masih serba terbatas, komunitasnya mulai kebanjiran order.

“Ada yang pesan lusinan. Ada yang satu atau dua pic. Kita layani semua, om”, kata Ronny.

Di awal ini, Ronny dan kawan-kawan menyiapkan material sendiri berupa kaos. Warnanya juga macam-macam.

Ronny yakin, ke depan pelanggan semakin banyak terutama dari komunitas-komunitas yang ada di Kabupaten Malaka. Themanya juga beragam.

Pelanggan bisa menyiapkan kaos dan themanya sendiri. “Nanti kita yang desain. Kalau sudah desain juga boleh, kami tinggal sablon”, demikian Ronny.

Untuk menjalankan usaha kreatif ini, Ronny tidak sendirian. Ada pula Ella, Fitri, Brando dan Dino.

Saat ini, fasilitas yang mereka punya adalah dua mesin sablon dan satu unit komputer. Dua unit komputer sedang dalam pengiriman dari Jawa. (cq)

Sebarkan:

Pos terkait