Kapolda Metro Jaya Didesak Tuntaskan Belasan Kasus Rizieq Shihab

  • Bagikan

Petrus Selestinus

Kupang, Timortoday.id-Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhamad Fadil Imran didesak segera tuntaskan belasan kasus yang diduga dilakukan Rizieq Shihab.

Desakan itu berasal dari Ketua Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus melalui rilisnya yang diterima redaksi Timortoday.id, Jumat (20/11/2020).

Petrus menjelaskan, selama tiga tahun terakhir, ada belasan kasus dugaan penistaan agama, ujaran kebencian, fitnah, pornografi dan lain-lain  di Polda Metro Jaya. Kasus-kasus itu proses hukumnya tidak berjalan. Karena itu, saat ini
publik Jakarta sangat penasaran menunggu  gebrakan Kapolda Metro Jaya yang baru Irjen Pol. Muhamad Fadil Imran.

“Kasus-kasus itu terkait langsung dengan Rizieq Shihab. Kondisi ini memberi kesan publik bahwa Polri selama ini sangat lemah, bahkan memihak Rizieq Shihab dan FPI”, kata Petrus.

Menurut Advokat Peradi senior itu,  gebrakan yang harus dilakukan Irjen Pol. Moh Fadil Imran adalah menegakkan hukum dengan menangkap dan menahan Rizieq Shihab. Sebab,  hukum itu sama bagi semua orang dan tidak ada diskriminasi.

Petrus menilai, kepemimpinan Kapolda-Kapolda Metro Jaya sebelumnya sangat lemah.  Bahkan, tidak berdaya menghadapi Rizieq Shihab dan FPI. “Ada  diskriminasi yang sangat kental termasuk terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3 terhadap kasus chat WhatssApp porno dan lain-lain”, tandas Petrus.

Bagi Petrus, pesan Pangdam Jaya agar FPI dibubarkan perlu ditindaklanjuti Pemerintah dan Polri. Langkah-langkah itu diperlukan untuk menindak perilaku persekusi, sweeping dan lain-lain.  Apalagi, sebentar lagi umat Kristen merayakan Natal 25 Desember 2020.

“Perlu ada tindakan tegas terhadap person-person FPI  yang sering melakukan persekusi dan sweeping terhadap kelompok minoritas yang berbeda pandangan dan keyakinan”, katanya.

Menurut Petrus, bila pemerintah dan aparat penegak hukum hanya membubarkan FPI, sedangkan orang-orangnya tidak ditindak, mereka akan hanya ganti baju tetapi mental dan tingkah lakunya tidak berubah.

“Mereka akan terus-menerus melakukan aksi anarkisnya, sehingga memberi contoh yang tidak baik bagi generasi muda”, demikian Petrus. (CQ)

  • Bagikan