Kapolda NTT Buka Pelatihan Bahasa Isyarat Bagi Anggota Polda NTT

Sebarkan:

KUPANG, TIMORTODAY.id-Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif membuka Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Pelatihan Bahasa Isyarat Disibilitas di Lingkungan Polda NTT Tahun Anggaran 2021.

Penandatanganan Kerjasama Pelatihan Bahasa Isyarat Disibilitas antara Polda NTT dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Raja Kupang ini digelar di Mapolda NTT, Selasa (09/03/2021).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program Kapolri Bidang Organisasi Transformasi Menuju Polri yang Presisi.

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif dalam sambutannya mengungkap banyaknya kaum disabilitas di Indonesia. Karena itu perlu adanya dukungan program dan kegiatan yang mengacu pada asas kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas tersebut yang dilaksanakan secara komprehensif dan berkelanjutan yang didukung dengan sarana dan prasarana khusus bagi kaum penyandang disabilitas yang memiliki hak yang sama dengan masyarakat pada umumnya.

Di NTT sendiri, berdasarkan data dari 22 kabupaten/kota yang ada, penyandang disabilitas tertinggi berada di kabupaten Sikka dengan jumlah 5.892 orang, diikuti Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan angka 3.847 orang dan Kabupaten Sabu Raijua dengan 32 orang penyandang disabilitas.

Kapolda NTT mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada seluruh pihak atas terselenggaranya kegiatan ini.

Ia pun menyampaikan, dengan ditantatanganinya nota kesepahaman antara Polda NTT dengan SLBN ini merupakan langkah awal kepedulian Polri khususnya Polda NTT dalam memberikan pelayanan kepada kaum disabilitas.

Menurut Kapolda Latif, momentum pelatihan bahasa isyarat Indonesia merupakan upaya meningkatkan kemampuan anggota Polri, khususnya dalam pelayanan publik, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, utamanya kaum tunarungu.

Dikatakannya, banyak warga tuna rungu yang membutuhkan pelayanan Polri sehingga anggota Polri perlu dibekali dengan kemampuan bahasa isyarat indonesia agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada tuna rungu.

“Seperti pelayanan SPKT, pelayanan SKCK, pelayanan sidik jari, pelayanan pemohon pada pelayanan SIM sampai pelayanan Samsat, anggota Polri harus bisa menyampaikannya secara benar dan bisa saling mengerti”, tambahnya.

Kepada Panitia dan peserta pelatihan, Kapolda Latif menekankan beberapa hal untuk dipedomani. Antara lain, melaksankan kegiatan pelatihan dengan penuh tanggungjawab.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakapolda NTT Brigjen Ama Kliment Dwikorjanto, Karo SDM Polda NTT Kombes Pol. Wisnu Widarto, Kepala SLBN Kota Raja Kupang Ediardus Wahon, dan para Pejabat Utama Polda NTT beserta para Instruktur dan para personel Polda NTT.

Kegiatan yang juga dilakukan secara virtual ini diikuti para Kapolres dan perwakilan peserta pelatihan dari masing-masing Polres jajaran. (cq)

Sebarkan: