Kelompok  Dampingan YKS  dan Kedubes New Zaeland Panen Rumput Laut 2,70 Ton

Sebarkan:

Lewoleba, Timortoday.id-Kelompok BM SONATA Lewoleba Kabupaten Lembata Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan panen perdana rumput laut sebanyak 2,70 ton dari 450 kg basah yang dibudidayakan dalam kerambah jaring apung.

Kelompok ini merupakan kelompok dampingan Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) bekerjasama dengan Kedutaan Besar New Zaeland.

Panen perdana ini dilakukan di Pantai Neren Desa Dulitukan Kecamatan Ileape Kabupaten Lembata Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (12/11/2020).

Hasil ini dinilai sangat memuaskan karena budidaya hanya dilakukan dalam 30 kerambah jaring apung yang dilepas di perairan Nere,  sebulan yang lalu. Hanya butuh waktu satu bulan untuk panen dan menghasilkan 2,70 ton. “Ini hasil yang sangat luar biasa,” ujar Fitri Jamsa, salah satu anggota kelompok.

Ipit demikian Fitri Jamsa biasa disapa, menjelaskan, dari pengalaman mereka melakukan budi daya rumput laut, kali ini mereka menemukan metode yang tepat,  yakni  menggunakan kerambah jaring apung. Metode ini  menghasilkan kualitas bibit yang lebih unggul dan bersih, juga lebih berat.

Dibanding pemeliharaan yang dilakukan selama ini, kata Ipit, pemeliharaan dengan cara manual rentan dengan hama penyakit yang kapan saja dapat menyerang rumput laut yang membuat masyarakat selalu gagal panen dan akhirnya berhenti  melakukan budidaya.

Kelompok BM SONATA angkut rumput laut pakai perahu dayung. (Foto: Mansetus Balawala/Timortoday.id).

Dikatakan, bila pihaknya tidak mengalami kecurian, hasilnya pasti lebih banyak lagi. Pasalnya,  beberapa minggu lalu pihaknya mengalami kecurian hampir pada semua kurungan.

“Setiap kurungan dicuri sedikit-sedikit. Ketika kami cek bibit yang sudah berkembang hampir memenuhi kurungan ternyata berkurang jauh.

“Bila tidak dicuri, setiap petak dalam satu kurungan dapat menghasilkan 30 kilo. Dalam satu kurungan terdapat tiga petak, artinya kami bisa menghasilkan 90 kg dalam satu kurungan dan bila dikalikan dengan 30 kurungan yang ada maka bisa menghasilkan 2,700 ton,” jelas Ipit.

Dia menambahkan, meski kecurian namun pihaknya  mendapatklan 2,70 ton. Artinya mereka kehilangan 630 kg.

Ipit juga menjelaskan, dalam kegiatan panen perdana ini, pihaknya mengalami kendala  kurangnya armada sampan untuk mengangkut hasil panenan ke darat.

Untuk saat ini,  pihaknya hanya  memiliki armada berupa dua unit sampan. Itu pun menggunakan tenaga manusia untuk dayung.

“Kondisi ini  yang membuat kami merasa lelah tapi kami semangat karena  hasil yang dipanen cukup memuaskan,” tukas pria yang  selalu diberi tugas oleh kelompok untuk menyelam pada saat penaburan bibit atau panen ini.

Dijelaskan, dari  2,70 ton yang dihasilkan akan dikurangi  450 kg untuk bibit sehingga hasil panen bersih yang akan didapat sebanyak 1,620 ton.

Penangungjawab YKS Mansetus Balawala mengapresiasi  kelompok tani yang telah bekerja keras dan terus semangat dalam usaha ini.

“Mereka tahu karena ini untuk mereka, sehingga mereka begitu semangat”, tandas Mansetus. (mab)

Sebarkan: