Keterlibatan Munarman Diduga Terkait Kesetiaan Anggota FPI pada Empat Perintah Daulah ISIS

Sebarkan:

JAKARTA, TIMORTODAY.id-Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila atau FAPP Petrus Selestinus menduga kuat Munarman terlibat dalam tindak pidana terorisme yang disangkakan kepolisian kepadanya terkait kesetiaan anggota Front Pembela Islam (FPI) pada empat perintah Daulah ISIS.

Hal itu diungkapkan Petrus dalam rilisnya yang diterima TIMORTODAY.id, Rabu (05/05/2021) siang.

Bacaan Lainnya

Petrus menyebutkan, empat seruan atau perintah yang mengikat para Anshur Daulah itu, yakni:
a. Agar berhijrah dari darul kufar seperti Indonesia ke darul Islam yaitu ISIS di Syuriah atau ke Marawi, Filipina;

b. Bunuhlah warga negara yang mengirimkan tentaranya menyerang ISIS di Syuriah seperti Amerika, Prancis, Rusia, Inggris, Arab Saudi, dan lain-lain, di manapun para Anshor Kilafah berada;

c. Buatlah ladang jihad di daerah masing-masing dengan cara memerangi negara dan aparatnya yang tidak menggunakan hukum Islam seperti Indonesia;

d. Persiapkan diri secara fisik dan kemampuan dana dalam rangka kegiatan yang diserukan oleh Amir ISIS.

“Padahal, keempat perintah Daulah ISIS yang wajib dilaksanakan ini mengandung muatan sebagai perbuatan yang dilarang atau kejahatan terorisme. Terorisme itu merongrong kedaulatan negara, ideologi negara dan keselamatan rakyat, bersifat transnasional, sebagaimana terbukti dari tindakan banyak teroris Indonesia yang sudah diproses hukum”, kata Petrus.

Menurut Petrus, sudah menjadi pengetahuan umum di masyarakat atau notoire feiten bahwa pada saat seseorang dibaiat masuk ke dalam jaringan terorisme JAD-ISIS, seketika itu juga timbul konsekuensi hukum yang harus dipikul oleh para Anshur Daulah.

“Ada kewajiban untuk tunduk dan taat kepada  empat seruan atau perintah ISIS kepada Anshur Daulah atau Anshur Khilafah”, tandas Petrus.

Dalam urusan kewajiban tunduk dan taat perintah ISIS, Petrus yang Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) ini mengatakan, Munarman dkk bisa jadi merupakan aktor intelektual atau setidak-tidaknya menjadi elemen pelaku turut serta dan/atau pelaku pembantuan memberi kesempatan, sarana atau pencerahan untuk terlaksananya empat perintah Daulah ISIS, yang nyata-nyata bermuatan Tindak Pidana Terorisme.

Padahal, sebagai warga negara, Munarman dkk seharusnya mencegah dan melaporkan kepada Polri. Tetapi, Munarman sebagai salah satu elit FPI justru ikut memberi pencerahan untuk terlaksananya Daulah ISIS.

Hal ini terbukti dengan hadirnya Munarman dalam beberapa baiat anggota FPI ke dalam jaringan teroris JAD-ISIS. Karena itulah, Munarman dan FPI diduga telah menjadi bagian dari Daulah ISIS, yaitu sebagai Anshur Daulah dengan konsekuensi harus tunduk, taat, terikat dan/atau mengikatkan diri dalam melaksanakan empat seruan ISIS yang wajib hukumnya.

Petrus menjelaskan, secara harafiah, baiat artinya janji atau sumpah untuk setia kepada pemimpin. Dalam praktek baiat itu selalu diucapkan sebagai penobatan untuk setia kepada sebuah pekerjaan atau misi di hadapan pemimpin. Sehingga, baiat memiliki kekuatan mengikat secara hukum bagi kedua belah pihak dengan segala akibat hukumnya.

Karena itulah, menurut Petrus, untuk sampai pada tahap baiat, diperlukan persiapan dan kesiapan dengan kriteria khusus, baik secara mental maupun secara fisik.

Diperlukan pula kemampuan dana operasional di lapangan dalam jaringan terorisme JAD-ISIS. Karena itu baiat dipastikan dilakukan melalui jenjang rekrutmen yang ketat, pelatihan dan pembinaan yang terukur oleh sebuah organisasi yang sevisi dan teruji.

Dalam pandangan Advokat Peradi ini, Munarman dan elit-elit FPI lainnya diduga memiliki peran berbeda di dalam rangkaian rekrutmen, baiat dan menjadikan anggota FPI sebagai Anshur Daulah ISIS hingga mengeksekusi perintah ISIS, sebagai satu rangkaian permufakatan jahat.

Atas pandangan itu, menurut Petrus, sangat beralasan hukum bila Munarman dkk dimintai pertanggungjawaban pidana terorisme sebagaimana Munarman saat ini sudah menjadi tersangka, ditahan dan dalam pengembangan Densus 88.

“Ceramah Munarman dkk dalam acara baiat kesetiaan kepada ISIS, tentang Khilafah, Jihad dan konspirasi Amerika menguasai dunia Islam, merupakan sarana atau pembekalan yang memberi motivasi bagi para calon Anshur Daulah. Hal ini sekaligus sebagai wujud kesetiaan pada komitmen perjuangan bersama dalam JAD-ISIS”, demikian Petrus. (cq)

Sebarkan:

Pos terkait