Ketua LPA NTT, Direktris Yabiku NTT dan Kapolres Malaka Diskusikan Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Malaka

  • Bagikan

BETUN, TIMORTODAY.id-Ketua Lembaga Perlindungan Anak Nusa Tenggara Timur (LPA NTT) Veronika Ata, SH, MHum, Direktris Yayasan Amnaut Bife Kuan (Yabiku) Maria Filyana Tahu dan Kapolres Malaka AKBP Rudi Junus Jacob Ledo, SH, SIK mendiskusikan khusus kasus kekerasan seksual dan eksploitasi anak di bawah umur yang menimpa CT di Kabupaten Malaka.

Kapolres Rudi selaku tuan rumah menerima Ketua LPA NTT Veronika Ata dan Direktris Yabiku Maria Filyana Tahu di ruang rapat Mapolres Malaka, Kamis (12/05/2022) siang.

Saat diberi kesempatan pertama berpendapat, Ketua LPA NTT Veronika Ata yang akrab disapa Tory ini menanyakan Kapolres Rudi sejauh mana progres penanganan kasus kekerasan seksual dan eksploitasi anak di bawah umur yang dialami CT. Sebab, kasus ini cukup menarik perhatian publik. Tidak hanya di tingkat lokal dan regional tetapi juga di tingkat nasional.

Antara lain, Tory menanyakan siapa saja pelakunya dan delik apa saja yang disangkakan kepada para pelaku.

Sementara Direktris Yabiku NTT Maria Filyana Tahu mengharapkan penyidik Polres Malaka selain terus melakukan penyidikan, pun membantu memulihkan beban traumatis yang dialami korban. Sebab, korban tidak hanya mengalami kekerasan seksual tetapi juga kekerasan sosial.

Oleh karena itu, menurut Fily, begitu akrabnya Maria Filyana Tahu, yang perlu dilakukan adalah pemulihan psikis korban.

Merespon pertanyaan Tory dan harapan Fily, Kapolres Rudi menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk menangani kasus kekerasan seksual dan eksploitasi anak di bawah umur di Malaka yang saat ini sedang ditangani pihaknya.

“Kami serius dan berkomitmen untuk menangani kasus ini sampai tuntas”, tandas Kapolres Rudi.

Kiri ke kanan: Roy Tey Seran, Kapolres Malaka AKBP Rudi Junus Jacob Ledo, SH, MHum, Ketua LPA NTT Veronika Ata SH, MHum dan Direktris Yabiku NTT Maria Filyana Tahu, SSos, MHum. (Foto: Cyriakus Kiik/Timortoday.id).

Kapolres Rudi berharap semua pihak mengawal kasus ini. Sehingga, tidak hanya polisi yang disorot dan dituntut ini itu. Apalagi disorot melalui media massa. Kesannya polisi diam, tidak kerja.

Padahal, kata Kapolres Rudi, sejak awal mendapat laporan polisi dari korban dan ibu kandungnya, anggotanya langsung kerja.

“Kita kerja cepat tetapi profesional. Korban dan ibu kandungnya kita periksa. Barang bukti kita kumpulkan. Berdasarkan bukti-bukti yang ada, kita pastikan pelaku. Pelaku ditangkap dan diperiksa. Sekarang pelakunya sudah kita tahan untuk 20 hari ke depan”, beber Kapolres Rudi.

Di akhir pertemuan itu, Kapolres Rudi, Tory dan Fily sependapat dengan mengingatkan media untuk cermat menulis masalah-masalah anak dan perempuan. Termasuk memberitakan kasus kekerasan seksual yang saat ini sedang dialami CT.

“Pemberitaan media harus mengedukasi masyarakat, bukan menebar kekerasan lagi”, demikian Kapolres Rudi diamini Tory dan Fily.

Kehadiran Tory dan Fily didampingi satu staf dan Roy Tey Seran sebagai perwakilan keluarga korban. Sedangkan Kapolres Rudi didampingi Kasat Reskrim Polres Malaka Iptu Zainal Arifin Abdurahman, SH dan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak pada Sat Reskrim Polres Malaka, Urip.

Sebelum bertemu Kapolres Rudi, Tory dan Fily bertemu Bupati Malaka Dr Simon Nahak, SH, MH dan Kadis Sosial Kabupaten Malaka Folgentius Fahik.

Selain LPA NTT dan Yabiku NTT, sehari sebelumnya pihak Kemen P2PA RI juga menyambangi Kapolres Rudi dan mengunjungi korban.
_________
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksitimorline@gmail.com/cyriakuskiik68@gmail.com

Komentar
Facebook Comment
  • Bagikan