Kondisi Membaik, Yahya Waloni Kembali Masuk Sel Bareskrim Polri

Sebarkan:

JAKARTA, TIMORTODAY.id-Kondisi kesehatan tersangka dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian Yahya Waloni mulai membaik.

Atas kondisi itu, Yahya Waloni kembali masuk Rumah Tahanan Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (01/09/2021) sebagaimana dicitat dari poskota.co.id.

Bacaan Lainnya

Kepala Rumah Sakit Polri Brigjen Asep Hendra menerangkan, tersangka kasus penistaan agama Yahya Waloni direncanakan dipulangkan kembali ke Bareskrim Polri setelah menjalani perawatan karena pembengkakan jantung.

“Sudah boleh dipulangkan ke Bareskrim,” kata Brigjen Asep.

Rencana pemulangan tersebut karena kondisi Yahya Waloni mulai membaik. Hal tersebut berdasarkan pemeriksaan tim kesehatan RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Ia menuturkan, Yahya Waloni kini tidak lagi mengalami keluhan sesak nafas. Kondisi tersangka juga sudah jauh lebih membaik dibandingkan pertama kali dilarikan ke RS Polri.

“Dari pemeriksaan dokter, kondisi YW sudah perbaikan dan keluhan sesak napas sebelumnya sudah tidak ada,” tukasnya.

Diberitakan, Yahya Waloni dilarikan dari Bareskrim ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur pada Kamis (26/08/2021) malam.

Usai diperiksa tenaga kesehatan, dia mengalami sakit pembengkakan jantung.

Yahya Waloni sebdiri ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Kamis (26/08/2021) sekira pukul 17.00 WIB.

Penangkapan terjadi di rumahnya di Perumahan Klaster Dragon, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Usai ditangkap, dia langsung ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ujaran kebencian yang berdasarkan SARA.

Penangkapan tersebut berdasarkan laporan Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme.

Laporan itu terdaftar dengan Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM tertanggal Selasa 27 April 2021.

“Kami melaporkan Yahya Waloni atas dugaan menista agama melalui Injil. Dia juga kami laporkan karena menyebar ujaran kebencian berlatar SARA,” kata Koordinator Masyarakat Cinta Pluralisme Christian Harianto dalam keterangannya, Rabu (28/04/2021).

Christian menyatakan ceramah Yahya dipersoalkan usai menyebut injil sebagai fiktif alias palsu. Hal ini dianggap sebagai tindakan ujaran kebencian berdasarkan SARA.

Selain Yahya, Christian menyatakan pihaknya juga melaporkan pemilik akun YouTube Tri Datu yang menjadi medium Yahya Waloni menyampaikan ceramahnya tersebut.

Yahya Waloni disangkakan melanggar pasal 28 ayat 2 jo pasal 45 a ayat 2 Undang-Undang ITE tentang Ujaran Kebencian dan SARA.

Selain itu, dia juga disangka melanggar Pasal 156 A KUHP tentang Penistaan Agama. (cq/adji)

Sebarkan:

Pos terkait