KPID Serahkan Laporan Kinerja ke DPRD NTT

  • Bagikan

KUPANG, TIMORTODAY.id-Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTT menyerahkan Laporan Kinerja 2021 kepada Komisi I DPRD NTT.

Penyerahan Laporan Kinerja itu diserahkan Ketua KPID NTT, Fredrikus Royanto Bau yang diterima Ketua Komisi I DPRD NTT Gabriel Beri Binna dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTT dan Komisi Informasi (KI) di ruang sidang Komisi I, Senin (07/03/2022).

RDP itu dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPRD NTT Jonas Salean dan dihadiri Ketua Komisi Gabriel Beri Binna, Wakil Ketua Komisi Klara Motu dan sejumlah anggota komisi lainnya.

Turut hadir, Kepala Dinas Kominfo Propinsi NTT Aba Mauklaka dan utusan Badan Keuangan Daerah NTT, sementara KPID NTT dihadiri oleh Ketua KPID Fredrikus Royanto Bau,
Wakil Ketua Desiana Rumlaklak, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Yuliana Tefbana, Koordinator Bidang Kelembagaan Gasim dan anggota Bidang PS2P Jack Lauw.

“Kemarin kami serahkan laporan kinerja kepada DPRD NTT melalui Komisi I. Laporan ini wajib diberikan setiap tahun sebagai bentuk pertanggungjawaban kami karena sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran bahwa KPID dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangannya diawasi oleh DPRD dan wajib menyampaikan laporan kepada DPRD,” kata Ketua KPID NTT, Fredrikus Bau.

Selain diawasi DPRD, Edy Bau sapaan akrab bagi Ketua KPID NTT itu menambahkan, lembaga yang dipimpinnya juga wajib mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang bersumber dari dana hibah APBD NTT untuk pelaksanaan program dan kegiatan KPID.

“Laporan kepada Gubernur NTT juga setiap tahun sebelum 10 Januari kita sampaikan melalui Badan Keuangan Daerah NTT,” ungkap Edy Bau.

Terkait RDP, Ketua KPID Edy Bau menjelaskan, kegiatan tersebut agendanya membahas kekurangan alokasi dana hibah kepada KPID NTT. Dalam rapat tersebut, Komisi I DPRD NTT merekomendasikan kepada pemerintah untuk menambah alokasi anggaran kepada KPID NTT karena pada 2022 alokasi anggarannya sangat minim sehingga tidak bisa membiayai program dan kegiatan yang telah direncanakan.

Meski mengalami keterbatasan anggaran setiap tahun, KPID NTT tetap berupaya keras melaksanakan program dan kegiatan demi masyarakat penyiaran di NTT.

“Tahun 2022 KPID NTT hanya dapat alokasi dana hibah Rp500 juta. Jumlah ini sangat kurang dibanding usulan kita sebesar Rp1,2 miliar. Artinya di tahun ini tidak ada kegiatan apapun yang kita lakukan selain membayar honor komisioner. Karena itulah kami meminta dukungan DPRD agar ada penambahan anggaran,” ujar Edy.

Respon pemerintah terkait kekurangan anggaran, menurut Edy, Sekretaris Badan Keuangan Daerah NTT telah menyampaikan bahwa saat ini kondisi keuangan daerah belum memungkinkan untuk penambahan anggaran. Karena itu, kepada KPID NTT maupuan KI diminta untuk bersabar.

Edy Bau yang juga mantan Wartawan Pos Kupang ini berharap anggaran untuk KPID dan KI segera dicairkan dalam waktu dekat dan pada perubahan anggaran. Ada penambahan anggaran kepada KPID NTT agar program dan kegiatan yang telah direncanakan bisa terlaksana.

“Kami berterimakasih kepada DPRD NTT melalui Komisi I yang telah merespon keluhan kami. Kami mohon dukungan dari Pemerintah Propinsi NTT agar program dan kegiatan KPID NTT untuk masyarakat penyiaran di NTT bisa terlaksana,” katanya.

Untuk diketahui, selain KPID NTT, Komisi Informasi juga menyerahkan laporan kinerjanya kepada Komisi I DPRD NTT yang diserahkan oleh Agus Baja selaku Ketua KI NTT. (adh)
__________
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksitimorline@gmail.com/cyriakuskiik68@gmail.com

Komentar
Facebook Comment
  • Bagikan