Masyarakat Swadaya Bangun Gedung Darurat Tiga RKB SMPN Asuulun-Belu

  • Bagikan

ATAMBUA, TIMORTODAY.id-Masyarakat Asuulun Kelurahan Fatukbot Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Kepala Sekolah dan para guru SMPN Asuulun secara swadaya dan gotong royong membangun gedung darurat berupa tiga Ruang Kelas Baru (RKB).

Kegiatan pembangunan gedung darurat sekolah itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh ketua panitia pembangunan Welem Lambo dan Kepala Sekolah Leonardus Un disaksikan masyarakat pada Jumat (24/06/2022).

Awalnya, SMPN Asuulun dibangun dengan status SMP Kelas Jarak Jauh Asuulun dari SMPN 2 Atambua pada 2019. Pengesahan pendiriannya menjadi SMPN Asuulun ditandai dengan penyerahan SK Pendirian dan Ijin Operasional Sekolah pada 2021 oleh Pemerintah Kabupaten Belu.

Namun hingga saat ini sekolah berstatus negeri itu belum memiliki sebuah bangunan sekolah atau ruang kelas untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti sekolah negeri lainnya.

Untuk menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sejak saat itu para siswa dan guru dari sekolah tersebut menggunakan tiga ruangan pada SDI Asuulun dengan rombongan belajar di sore hari.

Kepala SMPN Asuulun Leonardus Un (bertopi) dan Ketua Panitia Pembangunan Wellem Lambo disaksikan masyarakat setempat melakukan peletakkan batu pertama pembangunan gedung darurat SMPN Asuulun, Jumat (24/06/2022). (Foto: Dhoru Vicente/Timortoday.id).

Ketua Panitia Pembangunan Welem Lambo di sela-sela acara peletakan batu pertama pembangunan RKB darurat pada sekolah tersebut mengatakan, masyarakat Kelurahan Fatukbot khususnya wilayah Asuulun sangat mendambakan kehadiran SMPN Asuulun.

“Dengan begitu masyarakat sangat terbantu. Masyarakat tidak mengeluarkan lagi banyak biaya transportasi untuk anak pergi ke sekolah yang lebih jauh,” kata Welem.

Terkait belum dibangunnya ruang kelas bagi anak didik di sekolah tersebut, Welem mengungkapkan, sebagai dukungan masyarakat terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar bagi anak didik maka pada 2022 ini masyarakat Asuulun secara swadaya bersama pihak sekolah bergotong royong membangun tiga ruang kelas secara darurat agar kegiatan KBM dapat terlaksana dengan baik.

“Kehadiran SMPN di Asuulun ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat. Karena itu meskipun belum ada bangunan, masyarakat secara antusias secara swadaya membangun gedung darurat sehingga pada tahun ajaran baru 2022/2023 ini anak-anak sudah punya ruang belajar sendiri dan sudah bisa sekolah pagi. Selama ini anak-anak menumpang di SDI Asuulun dan sekolah sore,” ungkap Welem.

Dirinya berharap rencana pembangunan gedung sekolah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Belu karena sejak pendirian sekolah itu hingga lulusan siswa angkatan pertama tahun ajaran 2022 pun belum ada bangunan sekolah.

“Kami harap pemerintah tidak larut dalam rencana tetapi kiranya segera bangun gedung sekolah yang menjadi harapan masyarakat. Karena sesuai janji pada saat penyerahan SK pendirian dan Ijin Operasional sekolah disampaikan bahwa akan segera bangun gedung sekolah,” harapnya.

Kepala SMPN Asuulun Leonardus Un mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam semangat gotong royong dan secara swadaya membangun gedung darurat SMPN Asuulun.

“Awalnya kami gambarkan kepada masyarakat bahwa sekolah sore itu di mana-mana tidak terlalu bagus. Akhirnya masyarakat yang mengerti mereka secara spontan datang. Ada yang menyumbangkan uang, kayu dan tenaga. Ada pengusaha yang sukarela menyumbangkan batu, pasir dan ada perorangan yang sumbangkan semen satu dua zak untuk kita bangun sebuah gedung darurat yang layak pakai sambil menunggu pengalokasian dana untuk pembangunan yang sesungguhnya,” ungkap Leo Un sapaan akrab bagi mantan Kepala SMPN 1 Atambua itu.

Menurutnya, dengan dibangunnya gedung darurat maka kegiatan KBM akan terlaksana di pagi hari yang diyakini dapat memacu prestasi siswa yang baik setara dengan siswa dari sekolah lain yang sudah maju dan mapan di Kota Atambua.

Kepsek Leo berharap, ke depan pemerintah sesuai dengan mekanisme yang ada dapat memrioritaskan alokasi anggaran untuk pembangunan gedung sekolah.

“Pemerintah tentu sesuai dengan mekanisme yang ada tidak terlampau lambat untuk SMPN Asuulun diprioritaskan dalam pengalokasian anggaran di tahun-tahun mendatang untuk pembangunan gedung sekolah,” harapnya.

Dirinya menyebutkan, tenaga pendidik (guru) yang mengabdi di SMPN Asuulun seluruhnya berstatus guru honor. “Kami punya tenaga pendidik semuanya 100% guru honorer,” tandas Kepsek Leo.

Letak SMPN Asuulun berhadapan dengan SDI Asuulun di Kelurahan Fatukbot Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu-NTT. (dho)
___________
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksitimorline@gmail.com/cyriakuskiik68@gmail.com

Komentar
Facebook Comment
  • Bagikan