Otoritas Perbatasan RI-RDTL Pulangkan 164 Warga PSHT WNA Timor Leste

Sebarkan:

ATAMBUA, TIMORTODAY.id-Otoritas Perbatasan RI-RDTL memulangkan 164 warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Warga Negara Asing (WNA) asal negara Timor Leste, Sabtu (21/08/2021) siang.

Para warga PSHT itu diberangkatkan dari Kodim 1605/Belu menggunakan lima unit truk milik TNI sekira pukul 11.00 Wita. Proses pemulangan berlangsung dua jam melalui pintu utama Perbatasan Timor Motaain-Atapupu.

Bacaan Lainnya

Sesaat sebelum dipulangkan, warga PSHT sebanyak 159 laki-laki dan enam perempuan itu dikumpulkan di tempat terbuka, tepatnya di Gedung Pasar PLBN Motaain.

Gedung ini sekaligus menjadi tempat serah terima warga PSHT dari pihak Imigrasi Indonesia ke Imigrasi Timor Leste. Sebagai saksi, hadir instansi terkait seperti TNI, Polisi, Badan Nasional Pengelola Perbatasan ( BNPP), Bea-Cukai, Perwakilan Pemkab Belu dan pihak perwakilan Timor Leste lainnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua K.A. Halim kepada media di Atambua, Sabtu (21/08/2021) siang, menjelaskan, kedatangan warga PSHT ke wilayah Indonesia di Kabupaten Belu itu untuk mengikuti pengesahan pengurus organisasi bela diri itu.

Tetapi, dalam pemantauan Otoritas Perbatasan Timor dan Satgas Covid-19 Kabupaten Belu, kedatangan warga PSHT dalam jumlah banyak memasuki wilayah Indonesia itu ilegal. Sebab, mereka tidak mengantongi dokumen keimigrasian apa pun.

Selain itu, kata Halim, saat ini dunia sedang dalam masa pandemi Covid-19.

“Upaya-upaya pencegahan melonjaknya kasus Covid-19 terus dilakukan. Termasuk mencegah terjadinya mobilisasi warga baik ke dalam maupun luar negeri dalam jumlah banyak”, kata Halim.

Khusus warga PSHT yang ketahuan memasuki wilayah Indonesia tanpa dokumen, Otoritas Perbatasan Timor langsung melakukan pendataan. Selanjutnya, seluruh anggota PSHT tersebut dikawal langsung dari Kodim 1605/Belu menuju PLBN Motaain. Pengawalan dilakukan petugas Imigrasi Atambua beserta sejumlah aparat terkait.

Di PLBN Motaain, seluruh anggota PSHT WNA Timor Leste tersebut dikumpulkan lagi di ruang terbuka pada gedung Pasar PLBN Motaain.

Sekira pukul 13.00 Wita, seluruh warga PSHT itu dilepas-pergikan memasuki kembali wilayah Timor Leste. (cq)

Sebarkan:

Pos terkait