Pdt. Emmy Sahertian: Kami Bersama Keluarga Agustinus Tolok

  • Bagikan

KUPANG, TIMORTODAY.id-Penyelidikan kasus penemuan mayat Agustinus Leyong Tolok di kali mati Atadei Kabupaten Lembata Propinsi NTT terus berjalan maju.

Penyidik Polres Lembata mengumpulkan, mendalami dan mengembangkan bukti-bukti terkait kasus penemuan mayat Agustinus Leyong Tolok yang masih misteri. Kasus yang sempat dihentikan penyelidikan pada 2021 ini dibuka kembali sesuai rekomendasi hasil gelar perkara Polda NTT Nomor; B/99/Res.7.4/2022Dirkrimum tanggal 12 Januari 2022. Ditindaklanjuti dengan Surat Perintah Penyelidikan Lanjutan Nomor: Sprint-Lidik Lanjut/13/I/2022Reskrim tanggal 17 Januari 2022.

SP2HP terbaru yang dikeluarkan Penyidik Polres Lembata Nomor: SP2HP/40/II/2022/Reskrim tentang Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan tanggal 12 Februari 2022 yang ditandatangani Kasat Reskrim Iptu Yohanis Mau Blegur, SH yang diberikan kepada istri korban Yustina Bluan disebutkan, Penyidik Polres Lembata telah memeriksa saksi-saksi, yakni dr. Slamet Erikson Sitinjak, Yohanes Berchmans Broin Tolok, Erlinda Maria Gunu, Blasius Yoseph Labi Tolok, Agustinus Kumhan Making, Paulus Samung Sarahutu.

Dua saksi lainnya, yakni Saksi Ferly Lamak dan Barto Lopis sudah dipanggil polisi tapi tidak memenuhi panggilan polisi. Sesuai pemberitahuan saudara Hendrikus Hugo, kedua orang tersebut sedang berada di Batam dan tidak diketahui alamatnya. Sedangkan saksi Us Wuwur tidak memenuhi panggilan tanpa alasan yang jelas dan akan ditindaklanjuti dengan panggilan berikutnya.

Tindak lanjut penyelidikan akan dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang diduga turut mengetahui kejadian penemuan mayat tersebut dan pemeriksaan baju korban di Laboraturium Forensik Denpasar, termasuk permintaan keterangan ahli guna mengungkap adanya tindak pidana atau tidak dalam perkara penemuan mayat korban.

Pdt. Emmy Sahertian, MTh saat dihubungi di Kupang, Sabtu (19/02/2022) mengaku sangat mendukung dibuka kembali kasus kematian Agustinus Leyong Tolok di Lembata. Pihaknya akan berdiri bersama  keluarga korban dan mendukung semua upaya untuk mendapat keadilan.

”Kami minta Polisi bekerja sepenuh hati untuk mengungkap misteri kematian korban yang sempat ditutup dan kini telah dibuka kembali terutama mengungkap kejahatan kemanusiaan yang telah terjadi”, tandas Pdt. Emmy.

Pendeta Emmy lebih jauh meminta Polda NTT memperkuat Penyelidikan dan Penyidikan ulang untuk keadilan bagi korban dan masyarakat Lembata ini.

“Kasus Lembata dan kasus pembunuhan lain di Kupang yang sedang dalam proses hukum saat ini, kredibilitas Polri dipertaruhkan saat ini melalui penempatan para Penyidik Profesional dan memiliki nurani yang kuat untuk menuntaskan kasus ini. Kami masyarakat akan berdiri bersama  keluarga korban dan mendukung semua upaya untuk mendapat keadilan”, demikian Pdt. Emmy, aktivis perempuan untuk kemanusiaan di NTT ini. (*/cq/sj)
____________
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksitimorline@gmail.com/cyriakuskiik68@gmail.com

Komentar
Facebook Comment
  • Bagikan