Pedang Pusaka Zaman Perang Salib Ditemukan Penyelam di Israel

  • Bagikan

JAKARTA, TIMORTODAY.id-Dunia internasional baru-baru ini digegerkan dengan penemuan pedang pusaka zaman Perang Salib di Israel. Pedang pusaka tersebut diperkirakan berusia 900 tahun.

Menurut laporan The Vocket, pedang pusaka tersebut ditemukan seorang penyelam di perairan utara Haifa, Israel, sebagaimana dicitat dari eNBeindonesia.com.

Menurut bukti-bukti arkelologis, pedang pusaka tersebut diduga merupakan milik para tentara Perang Salib pada abad ke-10.

Perang antara Kristen dan Islam ini berlangsung selama bertahun-tahun dan memakan korban jiwa.

Salah satu prajurit Perang Salib dari kalangan Kristen yang terkenal waktu itu adalah Knights Templar. Mereka adalah pejuang Kristen yang taat.

Kelompok ini dibangun di Yerusalem antara 1118 dan 1119, setelah Perang Salib pertama atau sekira 1096-1099.

Tugas utama Knights Templar adalah melindungi orang Eropa yang mengunjungi Tanah Suci. Mereka dikenal di seluruh Eropa sebagai kekuatan tempur elite.

Knights Templar berada di pusat politik dan ekonomi Eropa dan mengambil bagian dalam kampanye militer Kristen di Tanah Suci selama hampir 200 tahun. Pada 1312, Paus Clement V secara resmi membubarkan kelompok elit ini.

Ditemukan Penyelam
Terungkap, seorang penyelam amatir bernama Shlomi Katzin yang menyelam di perairan utara Haifa yang menemukan pedang pusaka tersebut baru-baru ini.

Penemuan pedang tersebut dipahami karena puing-puing laut yang sebelumnya tertutup mulai muncul akibat pergeseran pasir yang terjadi di perairan utara Israel.

Menurut Badan Kepurbakalaan Israel (IAA), pedang pada masa perang salib itu akan dibersihkan dan dianalisis. Setelah itu IAA berencana untuk menampilkan pedang itu di depan umum dalam waktu dekat.

Menurut Kobi Sharvit, Kepala Unit Arkeologi Kelautan IAA, Pantai Carmel, tempat pedang itu ditemukan, memberikan perlindungan bagi kapal-kapal yang bepergian ke sana dari badai yang terjadi di sepanjang pantai.

“Situasi ini telah menyebabkan kapal dagang selama berabad-abad, meninggalkan temuan arkeologis yang kaya,” katanya dikutip dari Depok-Pikiran Rakyat, Kamis (21/10/2021).

Para peneliti berpendapat bahwa pedang itu mungkin ada hubungannya dengan benteng tentara salib di Atlit.

“Pedang itu berat karena batu yang menempel padanya dan juga karena besi dan pedang besar. Ini berarti orang yang memegang pedang ini dan [bertarung] dengannya sangat kuat,” kata Sharvit.

“Saya mencoba membayangkan dia di medan perang dengan semua baju besi dan pedang. Tubuhnya harus dalam kondisi baik, mungkin mereka lebih besar dari kita hari ini tapi pasti lebih kuat. Itu luar biasa,” demikian Sharvit. (cq/enbeindonesia/depok-pikiran.rakyat)

  • Bagikan