Pemuda Desa Litamali Mengadu ke DPR Persoalkan TPU Covid-19

Sebarkan:

BETUN, TIMORTODAY.id-Pemuda Desa Litamali Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendatangi Kantor DPRD Malaka, Senin (15/03/2021).

Kedatangan mereka itu untuk menyampaikan alasan-alasan penolakan terhadap kebijakan pemerintah daerah yang akan menetapkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Covid-19 di Dusun Morukren Desa Litamali.

Bacaan Lainnya

Langkah ini dilakukan sebagai wujud janji mereka sebelumnya saat dialog dengan Plh. Bupati Malaka Donatus Bere, SH dan jajarannya.

Sesuai janji para pemuda Desa Litamali, mereka akan mengawal rencana pembangunan TPU Cobid-19 dimaksud sampai ada solusi terbaik.

Dalam kesempatan aksi tersebut, Emen Amaral sebagai perwakilan pemuda menyampaikan beberapa poin penting terkait penolakan tersebut.

Poin penting tersebut adalah: Pertama, terkait sejarah dan kondisi tanah. Untuk hal ini, Emen menjelaskan, penyerahan tanah tersebut dilakukan para orangtua pada 1980-an. Awalnya, lokasi itu adalah tanah ulayat, diserahkan kepada pemerintah untuk membangun Sekolah Perikanan (SMK Perikanan). Namun saat itu, tidak dieksekusi. Sehingga, beberapa waktu lalu, Pemkab Malaka tetapkan lokasi tersebut untuk dijadikan TPU Covid-19.

Selain itu, lokasi yang hendak digunakan sebagai TPU itu adalah daerah rawa-rawa, sehingga menurut mereka tidak tepat jika dijadikan sebagai TPU karena dampaknya terhadap lingkungan salah satunya air akan terkontaminasi ketika jenasah dikubur di daerah tersebut. Sebab saat air laut pasang, air akan sampai ke lokasi itu hingga mencapai setinggi lutut.

Kedua, aspek kultur atau budaya masyarakat yang mana menurut kepercayaan bahwa setiap arwah yang meninggal sangat dihormati, sehingga tidak mungkin pihak keluarga mau menguburkan keluarganya yang meninggal karena Covid-19 di lokasi rarwa-rawa tersebut.

Ketiga, tidak adanya sosialisasi terlebih dahulu dari pemerintah, sehingga pemerintah mengambil kebijakan secara sepihak tanpa memperhatikan azas demokrasi di negara ini. Sebab, untuk mencapai suatu tujuan perlu adanya musyawarah untuk mencapai mufakat.

Emen menegaskan, pihaknya bukan tidak mendukung pemerintah tetapi minimal ada sosialisasi terlebih dahulu sehingga tetap menjunjung tinggi azas demokrasi.

Keempat, tidak ada kajian terlebih dahulu oleh pemerintah dari berbagai aspek dan lain sebagainya terkait lokasi tersebut.

Kelima, dampak lingkungan, sosial dan ekonomi. Terkait dampak sosial, Emen menjelaskan, tentu dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah, masyarakat akan terdoktrin dengan stigma yang berbeda bahwa ketika lokasi ini sudah ditetapkan sebagai TPU, otomatis apa yang diusahakan di situ akan berdampak terhadap pendapatan ekonomi masyarakat sekitar. Karena masyarakat di situ mencari kerang, udang, ikan dan lain sebagainya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan dari hasil itu beberapa orangtua menyekolahkan anak mereka sampai pada perguruan tinggi dan menjadi sarjana.

Emen menegaskan, atas dasar poin-poin inilah pemuda dan masyarakat desa Litamali menolak lokasi mereka untuk dijadikan sebagai TPU Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III Felix Bere Nahak menyatakan, pihaknya segera menyurati Plh. Bupati Malaka untuk membahas bersama masalah TPU guna mencari solusi terbaik. Karena menurutnya, sangat masuk akal jika masyarakat menolak sesuai dengan alasan-alasan yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat sekitar.

Selain Ketua Komisi III, turut hadir Ketua Komisi I Henri Melki Simu. Dalam kesempatan tersebut, Henri menyatakan sesegeranya duduk bersama pemerintah untuk mencari solusi terkait TPU Covid ini.

Usai melakukan diskusi bersama DPRD Malaka, Deoniju, pemuda Litamali yang turut hadir dalam kesempatan itu, mendesak DPRD dan pemerintah daerah Kabupaten Malaka secepatnya merespon apa yang menjadi keinginan warga dan pemuda setempat. Sebab, pada prinsipnya pihaknya tetap menolak baik untuk TPU maupun TPA.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir juga beberapa anggota DPR lainnya, yakni Andreas Nahak, Benny Chandra, Fredy Seran dan Merry Kain.

Para anggota Dewan ini sangat mengapresiasi kekritisan para pemuda Desa Litamali yang mau berjuang demi kepentingan masyarakat. (cs)

Sebarkan:

Pos terkait