Penjabat Kepala Desa Jarang Masuk Kantor, Masyarakat Mengadu ke DPRD Malaka

  • Bagikan

BETUN, TIMORTODAY.id-Masyarakat Desa Leunklot Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadukan Penjabat Kepala Desa setempat ke Kantor DPRD Malaka. Sebab, Penjabat Kepala Desa bersangkutan disebut-sebut jarang masuk kantor. Sehingga, pelayanan publik di tingkat desa ini tidak efektif. Kalau pun ada pelayanan, masyarakat harus mendatanginya di rumah.

Hal inilah yang memantik kedatangan warga desa setempat ke kantor DPRD Malaka, Senin (15/03/2021) siang.

Vinsen Seran sebagai juru bicara warga, menjelaskan, inisiatif kedatangan mereka di gedung Dewan itu untuk mencari solusi terbaik atas pelayanan publik di desa mereka.

Menurut Vinsen, selama ini masyarakat butuh tanda tangan atau urusan lain yang hubungannya dengan Penjabat Kepala Desa harus cari ke rumahnya karena jarang masuk kantor.

Padahal, untuk sampai ke rumahnya Penjabat Kepala Desa, masyarakat harus mengeluarkan uang jasa ojek sebesar pergi-pulang (PP) sebesar Rp30.000,00.

“Kami sudah susah, mau urus apa-apa lebih susah lagi. Mau tanda tangan atau urusan apa saja yang hubungannya dengan penjabat, kami harus naik ojek ke rumahnya, kami bayar ojek Rp30.000,00 PP”, kata Vinsen.

Dirinya berharap dengan melaporkannya ke DPRD ini, segera ada solusi.

Ketua Komisi I DPRD Malaka Henri Melki Simu. (Foto: Ferdy Costa/Timortoday.id).

Merespon hal ini, ketua Komisi I DPR Malaka Henri Melki Simu mengatakan, pihaknya akan segera panggil Kepala Dinas PMD dan Penjabat Desa Leunklot untuk mengklarifikasi pengaduan masyarakat tersebut.

Henri Melki Simu menegaskan, jika apa yang disampaikan masyarakat Desa Leunklot ini betul, dirinya akan mengusulkan bila perlu penjabat itu diganti. Sebab, masyarakat butuh pelayanan di kantor, bukan di rumah. (cs)

  • Bagikan