Polda NTT Serahkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Awololong ke Kejati NTT

  • Bagikan

KUPANG, TIMORTODAY.id-Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menyerahkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek Awololong di Kabupaten Lembata ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT

Ketiga tersangka itu adalah SS, AYT dan MAB. Mereka diserahkan ke Kejati NTT pada Kamis 7 Oktober 2021. Bersama tiga tersangka, pihak Polda NTT serahkan sejumlah barang bukti yang telah disita sebelumnya dalam kasus yang merugikan uang negara sebesar Rp1.446.891.718,00 atau Rp1,4 Miliar itu.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan, pasal yang disangkakan kepada ketiga tersangka adalah Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 yang telah dirubah dan ditetapkan dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Kitab Undanf-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Ancaman hukumannya penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 Juta, paling banyak Rp1 Miliar,” kata Kombes Krisna kepada wartawan di Kupang, Kamis (07/10/2021).

Dia menjelaskan, untuk Pasal 3, ketiga tersangka diancam penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun, dan paling lama 20 tahun, dan denda paling sedikit Rp50 juta, paling banyak Rp1 Miliar.

Selain tersangka, penyidik Polda NTT juga melakukan penyerahan barang bukti berupa 2 box berisikan dokumen perencanaan, pengadaan, pelaksanaan kontrak, serta dokumen pembayaran terkait dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan pembangunan jety apung, dan kolam renang beserta fasilitas-fasilitas lain di Pulau Siput Awololong.

Barang bukti yang juga turut diserahkan adalah 2 lembar bukti penyetoran kerugian keuangan negara ke kas daerah Kabupaten Lembata dengan nilai sebesar Rp174 juta.

“Barang bukti ketiga adalah uang tunai sebesar Rp25,7 juta dan sebidang tanah berdasarkan SHM yang berlokasi di Kelurahan Oetete Kecamatan Oebobo Kota Kupang, NTT,” ungkap Kombes Krisna.

Kombes Krisna menambahkan, untuk sementara hanya tiga berkas dari tiga tersangka yang diserahkan ke jaksa. Namun jika dalam perjalanan ada potensi tersangka baru, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kalau memang nantinya ada pengembangan kasusnya dan berpotensi ada tersangka baru, akan dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” demikian Kombes Krisna . (*/cq)

Penulis: Cyriakus KiikEditor: Cyriakus Kiik
  • Bagikan