PT Kupang Vonis Anton Sally Kembalikan Uang Milik Wens Meta Kali

  • Bagikan

ATAMBUA, TIMORTODAY.id-Pembanding Hilarius Antonius Leonard Sally, SE, alias Anton Sally divonis oleh Pengadilan Tinggi (PT) Kupang untuk wajib membayar atau mengembalikan uang senilai Rp3,6 M serta bunga 6% per tahun secara tunai kepada pemilik uang Wenseslaus Meta Kali alias Wens Kali

Anton Sally divonis untuk mengembalikan uang miliaran rupiah itu berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Kupang dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Kupang pada Selasa, 24 Mei 2022 yang dipimpin Hakim Ketua Majelis, Dedi Fardiman, SH, MH dan Hakim Anggota Majelis Hariono, SH, MH dan Robert, SH, MHum yang mengadili perkara ini pada tingkat banding. Putusan tersebut diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum secara elektronik pada Selasa, 7 Juni 2022 tanpa dihadiri oleh kedua belah pihak yang berperkara maupun Kuasanya.

Kuasa Hukum Wens Meta Kali, Patrisius Brandon Mau Bere, SH, MH kepada media ini di Atambua mengatakan, pihaknya telah menerima putusan banding dari Pengadilan Tinggi Kupang yang menyatakan Wens Meta Kali yang menang atas banding yang diajukan pihak Anton Sally melalui kuasa hukumnya Helio Caitano Monis.

“Kami menyampaikan terimakasih kepada pihak Pengadilan Negeri Atambua dan Pengadilan Tinggi Kupang karena telah mengapresiasi upaya kami dalam mencari keadilan terkait masalah gugatan kami tentang wanprestasi,” ungkap Patrisius yang didampingi putra Wens Kali, Rudy Meta Kali.

Kuasa hukum Wens Meta Kali, Patrisius menjelaskan, proses banding telah berlangsung kurang lebih tiga bulan di mana pada 22 Pebruari 2022 pihak Anton Sally telah mengajukan banding melalui kuasa hukumnya Helio Caitano Monis.

Setelah proses banding, Patrisius menguraikan bahwa pada 7 Juni 2022 lalu pihaknya telah menerima putusan Pengadilan Tinggi terkait banding yang diajukan oleh pihak Anton Sally (tergugat). Putusan tersebut dimuat dalam putusan Nomor 53/PDT/2022/PT KPG yang amar putusannya, yaitu:
1. Menerima Permohonan Banding Pembanding semula Tergugat tersebut;
2. Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Atambua Nomor 21/Pdt.G/2022/PN Atb tanggal 9 Februari 2022, dengan perbaikan redaksional.

Dalam Konvensi
angka 2, 3, dan 4 sehingga berbunyi sebagai berikut:
2) Menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan ingkar janji (Wanprestasi);
3) Menghukum Tergugat untuk mengembalikan uang kepada Penggugat secara tunai sejumlah Rp 3.600.000.000,-(tiga milyar enam ratus juta
rupiah);
4) Menghukum Tergugat untuk membayar bunga sebesar 6% pertahun dari Rp 3.600.000.000, (tiga milyar enam ratus juta rupiah) kepada Penggugat terhitung sejak putusan ini berkekuatan hukum tetap (BHT);
3. Menghukum Pembanding semula Tergugat untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat pengadilan yang di tingkat banding ditetapkan sejumlah Rp150.000,00 (Seratus lima puluh ribu rupiah);

“Jadi, dari hasil putusan tersebut kami berkesimpulan bahwa pada tingkat ini kamipun telah dimenangkan oleh Pengadilan Tinggi Kupang,” tandas Patrisius.

Patrisius menambahkan, dari gugatan tersebut baik di tingkat Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Tinggi, pihaknya telah diunggulkan. Ini artinya telah terbukti secara fakta yuridis.
“Sehingga kami minta pihak tergugat lebih bersikap dewasa dan hilangkan sikap ego untuk menerima hasil putusan ini. Karena namanya kebenaran itu mau dibawa kemana saja hasilnya tetap sama,” ungkap Patrisius.

Putra Wens Kali, Rudy Meta Kali menegaskan, dua kali kalah dalam persidangan maka pihak tergugat harus jentel untuk menerima putusan tersebut.

“Ini sudah dua kosong di Pengadilan maka kami minta tergugat harus jiwa besar dan jentel untuk menerima putusan pengadilan itu,” ujar Rudy.

Terpisah Helio Caitano Moniz kuasa hukum dari Anton Sally yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan putusan dari Pengadilan Tinggi Kupang. Namun demikian pihaknya keberatan dan menolak putusan Pengadilan Tinggi dan telah mengajukan memori kasasi.

Helio menjelaskan, dalam pengajuan memori kasasi pihaknya akan menyampaikan bukti baru yakni ultra petita di mana putusan Pengadilan Negeri mengabulkan Permohonan Penggugat melebihi dari yang dituntut.

“Putusan pengadilan Negeri itu namanya ultra petita. Ultra petita itu mengabulkan permohonan penggugat melebihi dari yang dituntut. Di banding saya tidak ungkapkan tetapi di kasasi saya akan sampaikan itu,” ujar Helio.

Dia menjelaskan, permohonan penggugat itu hanya mengembalikan pokok utang Rp3,3 M tambah bunga Rp300 juta, sehingga totalnya Rp3,6 M. Sementara Hakim memutuskan mengembalikan pokok utang Rp3,3 M tambah bunga Rp300 juta dan bunga 6% per tahun. “Ini tidak ada di permintaan penggugat,” demikian Helio. (dho)
____________
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksitimorline@gmail.com/cyriakuskiik68@gmail.com

Komentar
Facebook Comment
  • Bagikan