SMA Taruna Mandiri Fatubenao Tidak hanya Sekedar Meluluskan Siswa

  • Bagikan

ATAMBUA, TIMORTODAY.id-Meskipun di tengah wabah virus Covid-19 yang melanda kesehatan manusia, para pendidik (guru) terus berupaya untuk mempersiapkan para anak didik di bangku sekolah dengan memaksimalkan kegiatan belajar mengajar (KMB) terutama bagi siswa yang akan mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) Tahun Pelajaran 2021/2022.

Di masa pandemi Covid-19 pihak sekolah pun tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang telah dianjurkan pemerintah di lingkungan sekolah.

Hal itu ditegaskan Kepala SMA Taruna Mandiri Fatubenao-Atambua, Kabupaten Belu-NTT Stefanus Mali yang menerima media ini di sela-sela pelaksanaan ujian sekolah dan mempersiapkan kegiatan UAS bagi siswa kelas III (tiga) walau di tengah wabah Coivd-19 yang kini melanda kesehatan manusia di ruang kerjanya, Rabu (39/03/2022).

Stef, begitu akrabnyaStefanus Mali, sebelumnya memang pemerintah menerapkan Ujian Nasional (UN) bagi siswa kelas akhir, namun sekarang pemerintah telah melimpahkan kewenangan itu kepada masing-masing sekolah untuk melaksanakan ujian sekolah dan ujian akhir sekolah.

“Kami menyadari bahwa saat ini wabah penyakit Covid-19 lagi melanda dunia tetapi jiwa dan semangat sebagai pendidik untuk mempersiapkan anak didik dengan memaksimalkan KMB. Konsep berpikir kami bahwa ke depan anak punya tantangan dan persaingan sehingga siswa yang lulus nanti minimal memiliki bekal ilmu dengan harapan agar anak didik yang lulus nanti tidak hanya sekedar diluluskan tetapi anak itu lulus karena memang dipersiapkan dengan baik,” pungkas Stef Mali.

Alumni FKIP Unimor ini menjelaskan lembaga pendidikan yang dipimpinnya itu telah berkomitmen untuk out put siswa dari SMA Swasta Taruna Mandiri yang beralamat di Kelurahan Fatubenao Kecamatan Kota Atambua-Belu wilayah perbatasan RI-RDTL yang berdiri sejak 2005 itu setiap tahun tidak hanya sekedar meluluskan siswa. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah siswa lulusan sekolah tersebut mampu bersaing dengan siswa lulusan dari sekolah lain ketika memasuki dunia kerja maupun mereka yang melanjutkan pendidikan di jenjang Perguruan Tinggi (kuliah).

“Banyak lulusan kita yang diterima jadi Tentara dan banyak juga yang kuliah dapat beasiswa dari pemerintah. Saat ini jumlah siswa di SMA ini sebanyak 326 siswa sedangkan khusus kelas 3 sebanyak 86 siswa sementara guru bimbingan sebanyak 29 orang, 28 orang statusnya sebagai guru honor dan PNS 1 orang,” ungkap Stef Mali.

Dia menambahkan, pendidikan merupakan sebuah proses belajar yang harus dilalui oleh sesorang siswa untuk menimbah ilmu pengetahuan yang nantinya dibuktikan dengan hasil ujian. Karena itu keberhasilan anak didik bukan saja pihak sekolah tetapi peran serta dan dukungan orang tua terhadap anak didik dan elemen terkait sangat penting.

Dirinya juga menghimbau agar anak didik supaya teruslah belajar dan belajar untuk menatap masa depan yang lebih baik.

“Jadi pendidikan itu sebuah proses. Jangan pernah berpikir bahwa lulus dari sebuah pendidikan itu adalah sebuah hadiah atau pemberian,” pinta Stef. (dho)
__________
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksitimorline@gmail.com/cyriakuskiik68@gmail.com

Komentar
Facebook Comment
  • Bagikan