Suami Dipenjara Gegara Uang Komite SMAN 3 Poso, Nurhayati Waju Minta Bantuan Presiden Jokowi

  • Bagikan

POSO, TIMORTODAY.id-Nurhayati B. Waju meminta bantuan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk membebaskan suaminya, Suharyono.

Suharyono divonis Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) 4,6 tahun hukuman penjara. Ia dituduh menyalahgunakan dan menggelapkan uang komite SMAN 3 Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Hukuman itu sangat tidak adil. Saya tahu suami saya tidak bersalah, tidak menyalahgunakan dan menggelapkan uang komite”, ungkap Nurhayati dalam pengaduannya kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke yang direkam pada Sabtu (01/01/2022).

Nurhayati adalah istri Suharyono. Dia juga salah satu guru pada SMAN 3 Poso. Suharyono dituduh menyalahgunakan dan menggelapkan uang komite ketika menjabat Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMAN Poso.

Atas tuduhan itu, menurut Nurhayati, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Poso menuntut Suharyono bersalah menyalahgunakan dan menggelapkan uang komite sekolah tersebut.

Tetapi, Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Poso justru memvonis bebas Suharyono. Selanjutnya, JPU mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung. Oleh Hakim Agung Mahkamah Agung, Suharyono divonis 4,6 tahun hukiman penjara.

“Saat ini suami saya ditahan. Saya sedih. Ini hukuman yang tidak adil”, kata Nurhayati sambil menangis tersedu-sedu.

Menurut Nurhayati, hukuman yang ditimpakan Hakim Agung Mahkamah Agung kepada suaminya itu tidak adil. Sebab, dia tahu suaminya tidak menyalahgunakan uang komite. Sebaliknya, uang komite itu justru diberikan kepada guru-guru SMAN 3 Poso untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Itu pun sudah disepakati bersama orangtua.

“Ini bukan dana BOS. Dana BOS itu bersumber dari anggaran negara. Tetapi, ini uang komite yang bersumber dari orangtua murid. Uangnya sudah disepakati bersama orangtua murid untuk diberikan kepada guru-guru”, tandas Nurhayati.

Atas alasan itu, Nurhayati meminta bantuan Presiden Jokowi untuk membebaskan suaminya, Suharyono. Sebab, hingga saat ini, pihak keluarga belum mendapatkan Salinan Putusan MA. Dengan demikian, Nurhayati selaku istri dan keluarga hingga saat ini belum bisa mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK). Sebab, untuk mengajukan PK, harus ada Salinan Putusan MA.

“Saya tahu, Pak Presiden orang baik yang bisa membantu saya, bisa membantu membebaskan suami saya. Sebab, suami saya dihukum secara tidak adil”, pinta Nurhayati.

Nurhayati juga mengatakan, Gubernur Sulteng dan Bupati Poso adalah orang-orang baik. “Tolong bantu suami saya, Pak Gubernur. Pak Gubernur itu orang baik. Ibu Bupati juga orang baik. Sebagai seorang ibu, Ibu Bupati pasti punya perasaan yang sama seperti saya ini”, demikian Nurhayati sambil menangis sejadi-jadinya.

Dari rekaman video yang diperoleh redaksi, saat menceritakan kasus suaminya kepada Ketua Umum DPN PPWI Wilson Lalengke, Nurhayati didampingi salah seorang guru senior, disaksikan guru-guru lainnya dan pegawai di lingkup SMAN 3 Poso.

Ketua Umum DPN PPWI Wilson Lalengke menilai proses hukum dan hukuman yang dijatuhkan kepada Suharyono adalah tindakan kriminalisasi. Karena itu, setelah menerima pengaduan dari istri Suharyono, yakni Nurhayati Waju, pihaknya akan mempelajari kasusnya dan akan memberikan pendampingan kepada Nurhayati untuk mencarikan solusi terbaik.

Tokoh pers nasional ini berharap tindakan-tindakan kriminalisasi terhadap warga dan pewarta sudah harus dihentikan. Sebaliknya, warga dan pewarta harus dilindungi negara.

“Kita berharap rintihan Ibu Nurhayati itu didengar para pengambil kebijakan di negara ini”, demikian Lalengke. (cq)

Editor: Cyriakus Kiik
____________
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksitimorline@gmail.com/cyriakuskiik68@gmail.com

Komentar
Facebook Comment
  • Bagikan