Tidak Kantongi Dokumen Perjalanan Sah, Sembilan WNI Dideportase Imigrasi Timor Leste

  • Bagikan

ATAMBUA, TIMORTODAY.id-Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) dideportase pihak Imigrasi Timor Leste, Minggu (19/06/2022).

Deportase itu dilakukan melalui TPI PLBN Motaain Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu Propinsi Nuda Tenggara Timur (NTT).

Dalam rilis yang diterima redaksi TIMORTODAY.id, Minggu (19/06/2022) malam, Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas II TPI Atambua K.A. Halim, menjelaskan, sembilan orang itu tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah dan masa berlaku. Mereka juga masuk secara ilegal ke wilayah Timor Leste.

Berikut sembilan WNI yang dideportase pihak Imigrasi Timor Leste ke Indonesia melalui TPI PLBN Motaain:

1. Nama : Antonio Pires
TTL : Atabae, 13 Maret 1993
JK : Laki-laki
No Paspor : –
Alamat : Sukaerlaran, Atambua
Pekerjaan : Petani

2. Nama : Emilia Sese
TTL : Atambua, 4 Setember 1993
JK : Perempuan
No Paspor : –
Alamat : Sukaerlaran, Atambua
Pekerjaan : Petani

3. Nama : Fidelia Pires
TTL : Atambua, 15 Juli 1995
JK : Perempuan
No Paspor : –
Alamat : Sukaerlaran, Atambua
Pekerjaan : Belum/tidak Bekerja

4. Nama : Abelina Pires
TTL : Atabae, 24 Juni 1996
JK : Perempuan
No Paspor : –
Alamat : Sukaerlaran, Atambua
Pekerjaan : Petani

5. Nama : Madalena P. Gusmao
TTL : Atambua, 8 Maret 2002
JK : Perempuan
No Paspor : –
Alamat : Sukaerlaran, Atambua
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

6. Nama : Victor Pires
TTL : Atambua, 7 Oktober 2003
JK : Laki-laki
No Paspor : –
Alamat : Sukaerlaran, Atambua
Pekerjaan : Belum/tidak bekerja

7. Nama : Reonijio Pires
TTL : Atambua, 10 Oktober 2006
JK : Laki-laki
No Paspor : –
Alamat : Sukaerlaran, Atambua
Pekerjaan : Belum/tidak bekerja

8. Nama : Elias Pires
TTL : Atambua, 20 Mei 2006
JK : Laki-laki
No Paspor : –
Alamat : Sukaerlaran, Atambua
Pekerjaan : Belum/tidak bekerja

9. Nama : Delfina Pires
TTL : – (60 thn)
JK : Laki-laki
No Paspor : –
Alamat : Sukaerlaran, Atambua
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Saat deportase, kata Halim, ke-9 WNI itu diterima langsung petugas Imigrasi Atambua di gedung kedatangan TPI PLBN Motaain oleh Asisten SPV Imigrasi TPI PLBN Motaain Jose Pinto Marshal.

Mereka kemudian diarahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan oleh pihak Karantina Kesehatan.

Setelah diinterogasi petugas Imigrasi TPI PLBN Motaain diketahui kalau ke-9 WNI tersebut berangkat menuju Distrik Atabae, Timor Leste pada Jumat, 17 Juni 2022 melalu Pantai Atapupu Pukul 19.00 WITA. Mereka menyewa kapal nelayan di sekitar Pelabuhan Atapupu. Tujuan mereka ke Timor Leste untuk melakukan upacara adat tabur bunga 40 hari meninggalnya saudara dan nenek di Timor Leste.

Sembilan WNI tersebut diamankan pihak imigrasi Timor Leste di Distrik Atsabe, Timor Leste pada 19 Juni 2022 Pukul 11.00 WITA saat hendak menumpang perahu di Pantai Distrik Atsabe untuk pulang ke wilayah Indonesia. Setelah diperiksa pihak Imigrasi Timor Leste, sembilan orang WNI tersebut tidak dapat menunjukan Dokumen Perjalanan (Paspor) yang sah dan masih berlaku.

Dari interogasi singkat yang dilakukan petugas Imigrasi Timor Ledte, sembilan WNI tersebut mengaku melintas secara ilegal karena dihubungi saudaranya di Timor Leste secara mendadak dan harus menghadiri segera kegiatan acara tersebut.

Sembilan WNI tersebut selanjutnya diserahkan ke pihak Imigrasi Timor Leste di Batu Gade untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sekira pukul 15.30 Wita, sembilan WNI tersebut dipulangkan dan diserahterimakan kepada petugas Imigrasi Indonesia di TPI PLBN Motaain.

Selanjutnya, petugas Imigrasi TPI PLBN Motaain kemudian mendata dan melakukan pemeriksaan keimigrasian serta memperingatkan sembilan orang WNI tersebut ke depannya tidak mengulangi lagi perbuatannya.

“Jika ingin melintas masuk ke wilayah Timor Leste agar membuat Dokumen Perjalanan atau Paspor dan wajib melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi PLBN Motaain”, demikian Halim. (*/cq)
__________
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksitimorline@gmail.com/cyriakuskiik68@gmail.com

Komentar
Facebook Comment
  • Bagikan