Tuduh Stefanus Atok Pembunuh, Nandy Atok dan Agus Pinto akan ‘Bertemu’ di Polisi

  • Bagikan

ATAMBUA, TIMORTODAY.id-Gegara menuduh Stefanus Atok pembunuh dan pemeras di mana-mana, Bernandinus Atok yang biasa disapa Nandy, bersama keluarga akan ‘bertemu’ Agus Pinto bersama keluarga pula di kepolisian.

Stefanus Atok adalah ayah kandung Nandy Atok. Saat ini, Nandy adalah Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Propinsi NTT. Sedangkan Agus Pinto adalah wakil keluarga Joao Vicente. Saat ini, Agus Pinto adalah anggota DPRD Belu dari Fraksi Partai Gerindra.

Keduanya berseteru gegara Joao Vicente. Dia meninggal dunia beberapa waktu lalu di Kantor Veteran Kilo 16, Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu. Kala itu, pimpinan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Belu adalah Stefanus Atok.

Beberapa waktu terakhir, tersebar luas pernyataan Agus Pinto di Grup WA DPRD Belu. Disebutkan kalau Stefanus Atok dan Joao do Carmo adalah pembunuh Joao Vicente. Selain pembunuh, Stefanus Atok dituduh melakukan pemerasan di mana-mana di dua kabupaten, yakni Kabupaten Belu dan Timor Tengah Utara (TTU).

Atas pernyataan itu, Bernandinus Taek yang akrab disapa Nandy Atok ancam melaporkan Agus Pinto ke Polres Belu.

Dalam jumpa pers dengan wartawan di Cafe Lakmaras, Atambua, Selasa (18/01/2022), Nandy menegaskan, sebagai anak kandung Stefanus Atok, dia tidak terima baik pernyataan Pak Agus Pinto yang menuduh bapak kandungnya, Stefanus Atok, sebagai pembunuh dan pemeras di mana-mana.

“Sebagai anak kandung Stefanus Atok, saya akan buat laporan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Belu dan laporan polisi ke Polres Belu,” ungkap Nandy Atok saat

Menurut Nandy, langkah-langkah itu ditempuh karena dirinya merasa tidak puas dan tidak terima baik pernyataan Agus Pinto. Dengan langkah-langkah itu, Agus Pinto dapat dimintai pertanggungjawabannya untuk membuktikan pernyataannya yang disampaikan melalui grup WA DPRD Belu.

“Saya bersama keluarga akan datang ke BK dan Polres Belu untuk meminta pertanggungjawaban pernyataan Pak Agus Pinto yang menuduh bapak saya sebagai pembunuh dan melakukan pemerasan di mana-mana, yaitu di Kabupaten Belu dan TTU. Ini harus bisa dibuktikan Pak Agus Pinto,” tegas Nandy Atok.

Nandy menambahkan, dirinya bersama keluarga berencana datang ke BK DPRD Belu dan selanjutnya melaporkan kasus itu ke Polres Belu pada Jumat (21/01/2022).

Anggota DPRD Belu, Agus Pinto kepada wartawan di gedung DPRD Belu mengakui benar terjadi pungutan liar (pungli) yang dilakukan Stefanus Atok dalam pengurusan veteran.

“Memang itu terjadi betul. Terbukti sekarang ada 52 orang di TTU dan Lius Besin itu orang dekat Fanus Atok. Sekarang kita sementara buka posko pengaduan,” paparnya.

Kalau mengenai kematian Joao Vicente, kata Agus Pinto, almarhum meninggal di kantor Veteran Kilo 16, Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu.

“Semua jelas, BAP di polisi dan kejaksaan tertulis begitu dan kita bicara kenyataan bukan menuduh. Memang realita seperti itu ko, kalau memang itu tidak benar kita buka dokumen, kita tidak sembarang tuduh orang,” pinta Agus Pinto.

Dia mengemukakan, dirinya dengan Stefanus Atok tidak ada masalah. Namun sebagai keluarga korban dirinya harus berbicara. Joao Vicente sebagai anggota pejuang, meninggal dunia sampai saat ini prosesnya tidak berjalan dengan baik, siapa yang membunuh tidak terbukti dan polisi proses tidak terbukti. Terus para pembunuh itu dibiarkan saja, tidak pernah masuk penjara.

“Saya bisa buktikan. Ada laporan di pengacara Pak Joao Meco, juga ada di pengadilan, nanti saya ambil kasih ke wartawan. Memang seperti itu kita tidak mengada-gada. Silahkan lapor saja dan kita juga dalam waktu dekat akan lapor balik Fanus Atok. Kita sementara kumpulkan bukti-bukti dan bawa ke Polres Belu tentang pungutan di TTU dan Belu,” terang Agus.

Pihaknya juga akan membuka kembali dokumen kematian Joao Vicente karena prosesnya tidak berjalan. “Saya siap menghadapi laporan Fanus Atok dan keluarga,” demikian Agus Pinto.

______________
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksitimorline@gmail.com/cyriakuskiik68@gmail.com

Komentar
Facebook Comment
  • Bagikan