VIRAL!!! Gegara Gadis Rusia dan Ukraina Bersama-sama Bawa Salib Jumat Agung di Vatikan, Rakyat Ukraina Marah Paus Fransiskus

  • Bagikan

ROMA, TIMORTODAY.id-Gegara gadis Ukraina dan Rusia bersama-sama membawa salib saat prosesi Jumat Agung di Vatikan, Roma, Jumat (15/04/2022), rakyat Ukraina marah Paus Fransiskus.

Dua perawat di rumah sakit Roma yang membawa salib tersebut diketahui bernama Irina dari Ukraina, dan Albina dari Rusia.

Prosesi itu sendiri menggambarkan ide rekonsiliasi bagi Ukraina dan Rusia.

Saat kedua perempuan yang sama-sama bekerja di sebuah rumah sakit di Roma itu berjalan membawa salib, para jemaat yang diundang berhenti sejenak dalam keheningan doa dan berdoa dalam hati untuk perdamaian dunia.

Tetapi hal itu menimbulkan kemarahan dan kritikan dari warga Ukraina, yang sejak 24 Pebruari lalu menderita karena serangan Rusia.

Dikutip dari Politico sebagaimana dicitat dari Kompas.TV, sebelumnya Uskup Katolik Yunani Kiev, Sviatoslav Shevchuk menegaskan ide itu tak pantas dan ambigu, serta tak memperhitungkan konteks agresi militer Rusia terhadap Ukraina.

“Gerakan itu tak koheren dan bahkan ofensif, terutama saat kami menunggu serangan kedua yang lebih berdarah dari pasukan Rusia di kota-kota dan desa-desa kami,” ujarnya, Selasa (12/04/2022).

Shevchuk mengatakan, sejumlah umat Katolik Ukraina telah memintanya menyampaikan kemarahan dan penolakan rencana tersebut kepada Takhta Suci.

Menurutnya, rekonsiliasi hanya akan mungkin terjadi ketika perang berakhir dan mereka yang bersalah atas kejahatan kemanusiaan telah diadili.

Duta Besar Ukraina untuk Vatikan, Andrii Yurash dalam cuitan di Twitter-nya mengungkapkan ada kekuatiran di Ukraina dan komunitas lainnya.

Ia juga menegaskan akan bekerja untuk mencoba menjelaskan kesulitan dan kemungkinan konsekuensinya.

Vatikan sendiri tidak menanggapi protes tersebut. Tetapi sebagai reaksi terhadap prosesi tersebut, meditasi asli yang dibacakan saat keduanya memikuli salib dipersingkat.

Menurut Juru Bicara Vatikan, Matteo Bruni, pembacaan itu dipersingkat untuk membiarkan orang-orang dalam “keheningan doa”. (*/cq)

Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: Kompas.TV/Politico
_________
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksitimorline@gmail.com/cyriakuskiik68@gmail.com

Komentar
Facebook Comment
  • Bagikan