WKRI Keuskupan Atambua: Korban Bencana Banjir Malaka Belum dapat Bantuan

Sebarkan:

BETUN, TIMOR TODAY.id-Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Keuskupan Atambua mendapat keluhan dari warga korban bencana banjir Sungai Benenai Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kalau mereka belum mendapat bantuan tanggap darurat baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka maupun pihak lain.

Hal itu ketahuan saat Presidium WKRI Keuskupan Atambua melakukan Aksi Peduli Kasih Korban Bencana Banjir di beberapa titik lokasi bencana banjir di Kabupaten Malaka.

Antara lain di Desa Wederok Dusun Laenain, Dusun Wederok A, B, dan sekitaran SDK Wederok. “Warga korban bencana banjir mengaku bahwa mereka belum mendapat bantuan. Mereka mendapat bantuan perdana dari WKRI”, aku Ekisabeth Botha, Presidium I WKRI Keuskupan Atambua.

Aksi Peduli Kasih WKRI ini berlangsung pada Sabtu (10/04/2021). Mereka berbagi dengan korban bencana banjir bandang yang melanda masyarakat Kabupaten Malaka dan Belu, pekan lalu.

Di Kabupaten Malaka, kegiatan sosial ini dilakukan di Desa Kamanasa Kecamatan Malaka Tengah, Desa Wederok di Kecamatan Weliman dan Desa Tasain di Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu.

Ketua Presidium WKRI Keuskupan Atambua melalui pesan WhatsApp-nya kepada Presidium I Elizabeth Botha, menjelaskan, pemberian sumbangan ini merupakan uluran tangan yang tulus dari segenap sahabat hati WKRI keuskupan Atambua dan sumbangan dari DPP WKRI.

Dalam aksi tersebut, kata Elisabeth, pihaknya mendata apa yang menjadi kebutuhan mendesak warga korban banjir. Selanjutnya, berdasarkan data tersebut, pihaknya mengimbau seluruh sahabat hati WKRI untuk kembali berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini.

“Kami akan turun lagi untuk mengunjungi korban di wilayah lain yang menurut info dan data belum tersentuh bantuan bencana”, kata Elisabeth.

Dalam aksi kali ini, bantuan yang diberikan WKRI berupa baju layak pakai, popok bayi, pembalut, tikar, beras, mie, minyak goreng, susu dancow sachet, perlengkapan mandi dan air mineral. (cs).

Sebarkan: